AS dan Iran Diharapkan Gelar Perundingan Lanjutan di Islamabad Pekan Depan

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:25 WIB
AS dan Iran Diharapkan Gelar Perundingan Lanjutan di Islamabad Pekan Depan

PARADAPOS.COM - Washington: Perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi digelar di Islamabad, Pakistan, paling cepat pekan depan. Laporan dari The Wall Street Journal pada Jumat, 9 Mei 2026, mengungkapkan bahwa kedua pihak bersama mediator tengah menyusun nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin. Dokumen ini dirancang menjadi kerangka perundingan selama sebulan untuk mengakhiri konflik yang telah memicu ketegangan di kawasan Teluk.

Poin-Poin Kunci dalam Rancangan Kesepahaman

Berdasarkan laporan yang dikutip pada Sabtu, 9 Mei 2026, rancangan dokumen tersebut mencakup sejumlah agenda strategis. Pembahasan akan menyentuh program nuklir Iran, upaya meredakan ketegangan di Selat Hormuz, serta kemungkinan pengalihan cadangan uranium diperkaya milik Iran ke negara lain. Namun, sumber-sumber yang mengetahui proses negosiasi mengakui bahwa beberapa isu utama masih belum terselesaikan.

“Tingkat pengurangan sanksi terhadap Iran masih menjadi perdebatan dan berpotensi menghambat negosiasi,” demikian bunyi laporan tersebut. Jika perundingan menunjukkan kemajuan, masa satu bulan awal ini dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama kedua belah pihak.

Latar Belakang Konflik dan Gencatan Senjata

Ketegangan di kawasan mencapai puncaknya setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan serangan balasan, memicu eskalasi yang mengganggu pelayaran di Selat Hormuz—jalur vital bagi pasokan minyak dan gas dunia. Gencatan senjata akhirnya disepakati pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun tahap pertama perundingan damai di Islamabad pada 11 April gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan. Namun, sejak 13 April, AS telah memblokade lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut. Langkah ini menambah lapisan kompleksitas baru dalam upaya diplomatik yang sedang berlangsung.

Di lapangan, situasi tetap tegang. Para analis mengamati bahwa keberhasilan perundingan di Islamabad akan sangat bergantung pada kemampuan kedua pihak untuk menjembatani perbedaan fundamental, terutama soal sanksi dan program nuklir. Mediator Pakistan, yang telah memainkan peran kunci dalam mengamankan gencatan senjata awal, kini menghadapi tantangan berat untuk membawa kedua rival ke meja perundingan yang produktif.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar