Thaksin Shinawatra Resmi Bebas Bersyarat Setelah 15 Tahun Hidup dalam Pengasingan

- Senin, 11 Mei 2026 | 13:51 WIB
Thaksin Shinawatra Resmi Bebas Bersyarat Setelah 15 Tahun Hidup dalam Pengasingan
PARADAPOS.COM - Bangkok, Senin pagi, menjadi saksi momen yang telah lama dinantikan oleh pendukung setia mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Miliarder berusia 76 tahun itu resmi menghirup udara bebas setelah menjalani pembebasan bersyarat dari Penjara Pusat Klong Prem. Ia terlihat keluar dari gerbang penjara sekitar pukul 07.40 waktu setempat, mengenakan kemeja putih sederhana dengan rambut yang dipangkas pendek, langsung disambut hangat oleh keluarga dan kerumunan pendukungnya.

Kembalinya Sang Figur Kontroversial

Kepergian Thaksin dari balik jeruji besi bukanlah akhir dari perjalanan panjang hukum dan politiknya. Setelah 15 tahun hidup dalam pengasingan, ia memutuskan kembali ke Thailand pada tahun 2023 untuk menghadapi vonis delapan tahun penjara. Vonis itu terkait kasus konflik kepentingan dan penyalahgunaan kekuasaan semasa menjabat sebagai perdana menteri pada periode 2001 hingga 2006. Hukuman tersebut kemudian mendapat grasi dari Raja Thailand, sehingga dipangkas menjadi hanya satu tahun. Pembebasan bersyarat kali ini diberikan setelah Thaksin merampungkan sekitar dua pertiga dari masa hukumannya.

Kontroversi Rumah Sakit dan Putusan Mahkamah Agung

Perjalanan hukum Thaksin tidak berjalan mulus. Kontroversi mencuat saat ia tercatat hanya menghabiskan beberapa jam di dalam sel penjara sebelum akhirnya dipindahkan ke bangsal VIP rumah sakit dengan alasan masalah jantung. Langkah ini memicu kecurigaan publik. Pada September tahun lalu, Mahkamah Agung Thailand turun tangan. Pengadilan memutuskan bahwa Thaksin harus kembali menjalani sisa hukumannya di penjara. Dalam putusannya, pengadilan menyimpulkan bahwa ia dan tim dokternya sengaja memanipulasi dan memperpanjang masa rawat inap melalui prosedur operasi yang tidak perlu demi menghindari kurungan.

Suasana Haru di Depan Penjara

Di luar tembok penjara, suasana terpantau riuh sejak dini hari. Ratusan pendukung setia telah memadati area tersebut. Mereka tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel saat mantan pemimpin kharismatik itu menyapa mereka. Sang putri, Paetongtarn Shinawatra, yang dicopot dari jabatan perdana menteri oleh pengadilan pada Agustus lalu, turut hadir menjemputnya. Kehadirannya menambah nuansa haru dalam momen pembebasan tersebut.

Pengaruh Politik yang Mulai Memudar

Meskipun sukses mendominasi panggung politik Thailand selama seperempat abad terakhir, cengkeraman politik Thaksin belakangan ini dinilai mulai memudar secara signifikan. Pudarnya pengaruh tersebut tecermin dari kinerja pemilu terburuk sepanjang sejarah yang dicatatkan oleh Partai Pheu Thai, partai yang pernah dipimpinnya, pada awal tahun ini. Sebagai syarat pembebasannya, Thaksin kini diwajibkan memakai alat pemantau elektronik di pergelangan kakinya selama sisa masa hukumannya. Langkah ini menjadi pengingat bahwa meskipun telah bebas, bayang-bayang hukum masih akan terus mengikutinya.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar