Banjir Landa Empat Kecamatan di Kolaka, Lebih dari 2.000 Jiwa Terdampak

- Senin, 11 Mei 2026 | 19:50 WIB
Banjir Landa Empat Kecamatan di Kolaka, Lebih dari 2.000 Jiwa Terdampak
PARADAPOS.COM - Banjir melanda empat kecamatan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, sejak Jumat, 8 Mei 2026, akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka mencatat sebanyak 2.057 jiwa dari 586 unit rumah terdampak langsung oleh bencana ini. Kepala BPBD Kabupaten Kolaka, Muh Haerul Efendy, mengonfirmasi bahwa wilayah terdampak meliputi Kecamatan Latambaga, Kolaka, Pomalaa, dan Samaturu, dengan fokus utama saat ini pada evakuasi dan pembersihan lokasi.

Pemicu Banjir dan Langkah Tanggap Darurat

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat lalu membuat debit air sungai meningkat drastis. Air kemudian meluap dan merendam pemukiman warga di sejumlah titik. Efendy menjelaskan bahwa timnya telah bergerak cepat melakukan asesmen dan validasi data bersama pemerintah setempat. “Kami telah melakukan asesmen dan validasi data bersama pemerintah setempat di beberapa kecamatan terdampak. Fokus utama kami saat ini adalah evakuasi dan pembersihan lokasi,” ujar Efendy saat ditemui di Kolaka, Senin, 11 Mei 2026.

Rincian Dampak di Setiap Kecamatan

Di Kecamatan Latambaga, dua kelurahan mencatat kerusakan paling parah. Kelurahan Sakuli melaporkan 71 kepala keluarga (KK) atau 282 jiwa dengan 71 unit rumah terendam. Sementara itu, Kelurahan Mangolo mencatat 232 KK atau 764 jiwa dengan 232 unit rumah terdampak, ditambah 10 hektare sawah yang terendam. Efendy merincikan lebih lanjut bahwa fasilitas pendidikan ikut menjadi korban. “Fasilitas pendidikan dengan total tujuh unit sekolah juga terdampak, yaitu empat taman kanak-kanak, dua sekolah dasar, dan satu sekolah menengah pertama. Selain itu, terdapat kerusakan talud penahan jalan sepanjang 50 meter,” tuturnya. Di Kecamatan Kolaka, banjir menerjang Kelurahan Watuliandu. Sebanyak 21 unit rumah terdampak dengan total 84 jiwa harus mengungsi atau bertahan di lantai dua rumah mereka. Kecamatan Pomalaa mencatat dua desa terdampak. Desa Totobo mengalami 16 unit rumah dan 66 jiwa terdampak, serta tujuh hektare sawah yang terendam. Desa Pelambua mencatat 21 unit rumah terendam dengan 96 jiwa terdampak, dan kerusakan meluas ke lima hektare sawah. Sementara itu, Kecamatan Samaturu menjadi wilayah dengan cakupan terdampak terluas. Banjir melanda empat desa sekaligus. Desa Latuo mencatat 240 jiwa dan 75 unit rumah terdampak, serta tiga sekolah. Desa Ulu Konaweha melaporkan 159 jiwa dan 35 unit rumah terdampak. Desa Wowa Tamboli mencatat 21 jiwa terdampak, satu hektare sawah, dan sembilan hektare kebun. Desa Konaweha menjadi yang terparah dengan 115 unit rumah dan total 345 jiwa terdampak, serta 3,5 hektare tambak yang terendam banjir.

Bencana Susulan dan Imbauan Kewaspadaan

Selain banjir, bencana tanah longsor turut menambah daftar kerusakan. Satu rumah di Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka, ambruk tertimbun material longsor, menyebabkan lima jiwa terdampak. BPBD bersama Dinas Sosial setempat telah mulai menyalurkan bantuan logistik berupa sembako dan air bersih kepada warga yang datanya telah terhimpun. Efendy mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang pesisir sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu waspada. Kami mengkhawatirkan adanya banjir susulan jika curah hujan ekstrem kembali terjadi dalam waktu dekat,” jelasnya.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar