PARADAPOS.COM - Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra digelar di Rumah Makan Bu Isti, Distrik Anday, Manokwari Selatan, Papua Barat, pada Jumat, 8 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI, Obet A. Rumbruren, dan bertujuan memperkenalkan program prioritas pemerintah yang menyasar anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Program MBG dirancang untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan gizi masyarakat sekaligus memutus rantai stunting.
Komitmen dan Pengawasan Ketat
Dalam sambutannya, Obet menekankan bahwa program MBG harus mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa pelaksanaannya perlu diawasi secara ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok sasaran. Suasana sosialisasi berlangsung hangat, dengan para peserta tampak antusias menyimak pemaparan.
"Program ini sangat baik dan layak mendapat dukungan penuh karena bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mencegah anak-anak mengalami kekurangan gizi. Namun, pengawasan harus diperketat untuk mencegah oknum yang memanfaatkan program demi kepentingan pribadi," ujar Obet dalam pernyataan tertulis pada Senin, 11 Mei 2026.
Peran Pengelola Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi
Politisi itu juga menyoroti pentingnya fungsi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, implementasi program harus selaras dengan tujuan awal yang telah ditetapkan. Ia menegaskan bahwa pengelola program harus memiliki jiwa sosial dan tanggung jawab kepada masyarakat, bukan sekadar berorientasi pada keuntungan.
"Pengelola program harus memiliki semangat sosial dan tanggung jawab kepada masyarakat, tidak hanya berorientasi pada keuntungan. Standar gizi dan keamanan pangan juga harus dijaga untuk memastikan kualitas makanan tetap baik dan aman dikonsumsi," tambah Obet.
Target dan Dampak Strategis
Program Makan Bergizi Gratis merupakan strategi nasional untuk memutus rantai stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang. Program ini tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi unggul, sehat, dan produktif. Sasaran program mencakup siswa dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas, santri pondok pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kegiatan sosialisasi di Manokwari ini menekankan peran penting DPR RI dalam mendukung kesuksesan program MBG. Komisi IX memegang peran strategis, mulai dari persetujuan anggaran dan rekomendasi kebijakan, hingga pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di lapangan.
MBG merupakan bagian dari upaya mendukung visi pembangunan nasional dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemerataan asupan gizi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi, Terima Dakwaan Suap Rp4,8 Miliar
Polresta Yogyakarta Diminta Kembangkan Tersangka Baru di Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Gunakan 8 Nama Samaran, Termasuk ‘John Lennon 07’, dalam Kasus Suap Tambang Nikel Rp4,85 Miliar
Persib Bandung Resmi Lepas Adam Przybek, Kiper Asal Inggris yang Hanya Main Sekali