PARADAPOS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak di tengah negosiasi proposal damai secara tidak langsung yang berjalan alot. Militer Iran secara tegas menyatakan kesiapannya untuk melindungi fasilitas nuklir negara tersebut dari segala bentuk ancaman eksternal. Poin utama yang menjadi ganjalan adalah masa depan stok uranium Iran yang telah diperkaya hingga level 60 persen, di mana juru bicara militer Iran, Brigjen Akrami Nia, menegaskan bahwa pasukan reguler dan Garda Revolusi (IRGC) kini dalam kondisi siaga tinggi untuk menjaga lokasi-lokasi strategis penyimpanan uranium tersebut.
Kesiapan Militer Iran di Tengah Negosiasi yang Alot
Pihak militer Iran mengklaim telah mengantisipasi adanya rencana musuh, termasuk retorika dari Amerika Serikat yang menyerukan penghancuran stok uranium 60 persen milik Iran. Mereka juga mewaspadai upaya untuk mengeluarkan uranium tersebut secara paksa dari wilayah kedaulatan Teheran.
“Kami sebelumnya sudah memperkirakan hal itu akan terjadi. Ada pernyataan yang terus disampaikan bahwa Republik Islam Iran memiliki uranium yang diperkaya hingga level 60 persen dan itu harus dihancurkan. Karena kami mengetahui rencana mereka, kami berada dalam kondisi siaga penuh,” tegas Brigjen Akrami Nia, Senin 11 Mei 2026.
Narasi mengenai bahaya nuklir Iran telah diembuskan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat selama puluhan tahun sebagai dasar untuk menekan Teheran. Namun, Iran tetap bersikeras bahwa pengembangan energi nuklir adalah hak sah mereka sebagai negara berdaulat. Sikap ini menjadi fondasi utama dalam setiap perundingan yang melibatkan isu nuklir.
IAEA: Stok Uranium Iran Dekati Ambang Batas Senjata
Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran saat ini tercatat memiliki lebih dari 440 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan mencapai 60 persen. Angka ini dinilai para ahli hanya selangkah lagi menuju tingkat pengayaan yang diperlukan untuk memproduksi senjata nuklir.
Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi, sebelumnya mengindikasikan bahwa sebagian besar cadangan uranium dengan pengayaan tinggi ini kemungkinan besar tersimpan di kompleks nuklir Isfahan. Lokasi ini sebelumnya sempat menjadi sasaran agresi udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut memicu peningkatan sistem pertahanan di area tersebut, menjadikannya salah satu titik paling dijaga di Iran.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Dinamika Pasar Minyak Global dan Krisis Energi di Kamerun Warnai Ekonomi Afrika, Kopi Burundi Mulai Bangkit
Banjir Landa Empat Kecamatan di Kolaka, Lebih dari 2.000 Jiwa Terdampak
Mantan Dubes Tommy Luncurkan Buku “Panggil Saya Tommy”, Kisahkan Lonjakan Investasi Singapura ke Indonesia
Partai Nonparlemen dan Pakar Dorong Revisi UU Pemilu, Soroti Risiko Jutaan Suara Hilang Akibat Ambang Batas