BMKG Peringatkan Banjir Rob Akibat Super New Moon di Wilayah Pesisir Maluku

- Kamis, 14 Mei 2026 | 19:25 WIB
BMKG Peringatkan Banjir Rob Akibat Super New Moon di Wilayah Pesisir Maluku
PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ambon mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Maluku. Peringatan ini menyusul prediksi terjadinya banjir rob yang dipicu oleh fenomena Super New Moon, yaitu fase bulan perigee dan bulan baru yang diperkirakan terjadi pada 17 Mei 2026. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ambon, Djati Cipto Kuncoro, menyampaikan imbauan ini pada Kamis, 14 Mei 2026, berdasarkan data water level dan prediksi pasang surut terkini.

Fenomena Super New Moon dan Dampaknya

Fenomena Super New Moon, yang terjadi ketika bulan berada pada titik terdekatnya dengan bumi (perigee) bertepatan dengan fase bulan baru, memang kerap memicu peningkatan ketinggian air laut secara signifikan. Kondisi ini, jika bertepatan dengan cuaca ekstrem, dapat menyebabkan banjir di wilayah pesisir. "Peristiwa alam ini harus diwaspadai dan warga bersiaga selalu karena berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," kata Djati Cipto Kuncoro.

Wilayah yang Perlu Waspada

Berdasarkan hasil pemantauan, potensi banjir pesisir atau rob ini diprediksi akan berdampak di beberapa titik. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi pesisir Kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara), Kepulauan Aru, serta pesisir wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. "Potensi gelombang pasang dan banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah," ujarnya, menekankan bahwa masyarakat tidak bisa menggunakan patokan waktu yang sama untuk seluruh daerah.

Jadwal dan Dampak Potensial

Secara umum, periode kritis yang perlu diantisipasi berlangsung mulai 13 hingga 24 Mei 2026. Selama rentang waktu tersebut, aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pemukiman pesisir diperkirakan paling terdampak. Kegiatan seperti bongkar muat barang di pelabuhan hingga aktivitas sehari-hari warga di pesisir perlu dilakukan dengan ekstra hati-hati. Menghadapi situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Namun, kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi kunci utama. "Sehingga untuk mencegah berbagai hal sejak dini, maka BMKG mengingatkan masyarakat terutama di wilayah pesisir untuk selalu waspadai saat melakukan aktivitas mereka," ungkapnya. Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi terkini mengenai cuaca maritim yang dikeluarkan oleh BMKG agar dapat mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut secara lebih optimal.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar