PARADAPOS.COM - Aktivitas Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, masih menunjukkan tren peningkatan berdasarkan evaluasi terbaru Badan Geologi Kementerian ESDM untuk periode 16 hingga 30 April 2026. Rata-rata gempa vulkanik dangkal tercatat naik menjadi 21 kejadian per hari, meningkat dari periode sebelumnya yang hanya 15 kejadian per hari. Kondisi ini mendorong pihak berwenang untuk terus memantau pergerakan magma di gunung tersebut.
Pelaksana Tugas Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan bahwa lonjakan aktivitas seismik ini perlu diwaspadai. "Kondisi gempa vulkanik dangkal saat ini mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya, di mana rata-rata kejadian meningkat dari 15 kejadian per hari menjadi 21 kejadian per hari," jelasnya dalam keterangan resmi yang dikutip pada Kamis, 14 Mei 2026.
Rekam Jejak Kegempaan dan Energi Vulkanik
Sepanjang periode evaluasi dua pekan terakhir, tercatat sebanyak 314 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dan 15 kali gempa vulkanik dalam (VA). Selain itu, sensor juga mendeteksi empat kali gempa tektonik lokal (TL) serta 333 kali gempa tektonik jauh (TJ). Fluktuasi energi gempa vulkanik secara keseluruhan, yang diukur melalui nilai RSAM (Real Time Seismic Amplitude Measurement), menunjukkan variasi yang tidak menentu.
Angka-angka ini jika dibandingkan dengan periode evaluasi sebelumnya pada 1–15 April 2026 memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada periode awal April tersebut, tercatat 257 kali gempa vulkanik dangkal dengan rata-rata 17 kejadian per hari, 29 gempa vulkanik dalam, tiga gempa tektonik lokal, empat gempa terasa berskala I–III MMI, dan 747 gempa tektonik jauh.
Kondisi Visual Kawah yang Stabil
Meskipun aktivitas seismik meningkat, pengamatan visual terhadap kawah Gunung Awu tidak menunjukkan perubahan yang berarti sejak awal Juli 2024. Embusan asap kawah terpantau hanya setinggi 10 hingga 150 meter, dengan dominasi hembusan di bawah 50 meter di atas kubah lava. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas hembusan asap masih berfluktuasi dan belum menunjukkan tren peningkatan yang menerus.
Dari hasil pengamatan visual dan instrumental, para ahli menyimpulkan bahwa aktivitas magmatik di Gunung Awu masih berlangsung secara aktif. Potensi peningkatan kegempaan secara tiba-tiba, seperti swarm gempa vulkanik maupun peningkatan gempa Low Frequency, tetap menjadi perhatian utama. Kewaspadaan ini terutama ditekankan setelah terjadinya peningkatan aktivitas tektonik regional di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kemenhaj Fokus pada Transportasi dan Tenda Jelang Puncak Haji 9 Zulhijah 2026
Penjaga Keamanan Pasar di Aceh Berangkat Haji 2026 Usai Nabung dari Beternak Lembu
Aktor Tomer Capone Akui Belum Siap Menonton Episode Terakhirnya di ‘The Boys’ Musim Final
Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba di Hotel Jakarta Barat, Libatkan Tiga Narapidana Lapas Cipinang dan Pekanbaru