PARADAPOS.COM - Lima wisatawan asal Italia ditemukan tewas saat menyelam di perairan Atol Vaavu, Maladewa, setelah mencoba menjelajahi sebuah gua bawah laut di kedalaman 50 meter. Insiden tragis ini terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026, ketika rombongan penyelam yang menumpang kapal pesiar Duke of York dilaporkan hilang oleh awak kapal sekitar pukul 13.45 waktu setempat. Pencarian besar-besaran yang melibatkan pesawat dan perahu cepat akhirnya menemukan satu jenazah di dalam gua, sementara empat korban lainnya diperkirakan masih berada di lokasi yang sama.
Identitas Korban dan Latar Belakang Akademis
Di antara korban jiwa, terdapat nama-nama yang berasal dari lingkungan akademis Universitas Genoa. Monica Montefalcone, seorang ahli biologi kelautan berusia 55 tahun yang juga menjabat sebagai profesor madya di universitas tersebut, tewas bersama putrinya, Giorgia Sommacal (20). Dua korban lainnya adalah Gianluca Benedetti dan Federico Gualtieri, seorang lulusan baru dari universitas yang sama. Muriel Oddenino, yang berprofesi sebagai asisten peneliti di Universitas Genoa, juga termasuk dalam daftar korban.
Kementerian Luar Negeri Italia di Roma mengonfirmasi kabar duka ini melalui sebuah pernyataan resmi. "Menyusul kecelakaan yang terjadi selama perjalanan menyelam, lima warga negara Italia tewas di Atol Vaavu, Maldives," kata pihak Kemlu Roma.
"Para penyelam diyakini tewas saat mencoba menjelajahi gua di kedalaman 50 meter," imbuh pernyataan tersebut.
Kronologi Pencarian dan Temuan Awal
Proses pencarian dimulai setelah para penyelam dilaporkan hilang oleh kru kapal Duke of York pada siang hari. Angkatan Pertahanan Nasional Maladewa (MNDF) segera mengerahkan tim gabungan untuk menyisir area sekitar lokasi penyelaman. Dalam perkembangan terbaru, MNDF mengumumkan bahwa satu jenazah telah berhasil ditemukan.
"Jenazah ditemukan di dalam sebuah gua. Diperkirakan empat penyelam lainnya juga berada di dalam gua yang sama, yang membentang hingga kedalaman sekitar 60 meter," ungkap pernyataan resmi MNDF.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian para penyelam belum terungkap. Otoritas setempat hanya menyebutkan bahwa cuaca di lokasi kejadian sedang sangat buruk ketika insiden terjadi.
Respons Pemerintah dan Belasungkawa
Pemerintah Italia melalui Kedutaan Besar di Sri Lanka telah memberikan bantuan konsuler kepada keluarga para korban yang tengah berduka. Sementara itu, Universitas Genoa juga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam melalui unggahan di media sosial.
"Universitas Genoa menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya Monica Montefalcone, putrinya Giorgia Sommacal, Muriel Oddenino, dan Federico Gualtieri secara tiba-tiba dan tragis," tulis akun resmi universitas tersebut dalam sebuah pernyataan yang diterjemahkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko ekstrem yang menyertai eksplorasi bawah laut, terutama di wilayah dengan kondisi arus dan gua yang kompleks seperti di Atol Vaavu. Otoritas Maladewa masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap detail lengkap kecelakaan maut ini.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Sukabumi, Getaran Terasa di Cidolo
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Sebut Simbol Perjuangan Kaum Buruh
Ketergantungan pada Jokowi Dinilai Berpotensi Jadi Bumerang bagi PSI di Pemilu 2029
Jaecoo J5 EV Langsung Rebut Tahta Mobil Listrik Terlaris Nasional, Geser Model China Lain