PARADAPOS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan faktor fundamental bagi kelangsungan suatu negara. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya pada acara Panen Raya Jagung Serentak di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Menurut kepala negara, tidak ada satu pun bangsa yang mampu bertahan tanpa sistem produksi pangan yang aman dan berkelanjutan.
Pangan sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa
Di tengah hamparan ladang jagung yang tengah memasuki masa panen, Prabowo menyampaikan pandangannya di hadapan para petani dan pejabat daerah. Suasana di lokasi acara tampak semarak dengan kehadiran ribuan petani yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Ia menekankan bahwa produksi pangan bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan menyangkut eksistensi negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa produksi pangan yang aman dan berkesinambungan,” ujarnya dengan tegas di atas panggung utama.
Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Banyak petani yang mengangguk setuju, mengingat pengalaman mereka selama bertahun-tahun bergelut dengan tantangan cuaca, hama, dan fluktuasi harga.
Panen Raya sebagai Bukti Optimisme
Acara panen raya ini sendiri menjadi simbol optimisme sektor pertanian nasional. Ribuan hektare lahan jagung di wilayah Tuban dan sekitarnya menunjukkan hasil yang memuaskan. Para penyuluh pertanian yang mendampingi kegiatan tersebut mencatat bahwa produktivitas tahun ini mengalami peningkatan dibanding musim tanam sebelumnya.
Prabowo juga menyempatkan diri berinteraksi dengan sejumlah petani. Ia mendengarkan langsung keluhan dan harapan mereka terkait distribusi pupuk, akses permodalan, serta harga jual hasil panen. Momen ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya berbicara di atas kertas, tetapi turun langsung ke lapangan untuk mendengar denyut nadi pertanian rakyat.
Komitmen Berkelanjutan
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa program ketahanan pangan akan menjadi prioritas jangka panjang. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bersinergi dengan petani dan pelaku usaha agraris. Tanpa kolaborasi yang solid, menurutnya, target swasembada pangan akan sulit tercapai.
“Kita harus memastikan bahwa setiap hektare lahan produktif benar-benar dimanfaatkan secara maksimal,” jelasnya.
Para pengamat pertanian yang hadir menilai bahwa pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi pangan yang kokoh. Mereka berharap komitmen tersebut tidak berhenti pada retorika, melainkan diwujudkan dalam kebijakan konkret di lapangan.
Acara panen raya di Tuban ini menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan serupa yang direncanakan di berbagai daerah. Dengan pendekatan yang lebih terpadu, pemerintah optimistis Indonesia dapat mencapai kemandirian pangan dalam beberapa tahun ke depan.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PSK di Bandar Lampung Ditikam Tamu Usai Tagih Uang Kencan
Jeratan Tali Rafia di Leher Siswi MI Kubu Raya Berawal dari Penolakan Tukar Kursi, Tiga Pelaku Dikeluarkan dari Sekolah
Iran Siapkan Rute Khusus dan Tarif Baru di Selat Hormuz, Hanya untuk Kapal yang Kooperatif
Persija Jakarta Kalahkan Persik Kediri 3-1, Kokoh di Peringkat Ketiga