China dan AS Sepakati Pembelian Pesawat Boeing, Mesin, dan Komponen Penerbangan

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 22:50 WIB
China dan AS Sepakati Pembelian Pesawat Boeing, Mesin, dan Komponen Penerbangan
PARADAPOS.COM - Beijing dan Washington telah mencapai kesepakatan terkait pembelian pesawat terbang, mesin pesawat, serta komponen lainnya dari Amerika Serikat oleh China. Kesepakatan ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China pada Sabtu, menyusul kunjungan kenegaraan Presiden AS Donald Trump ke China pada 13-15 Mei lalu. Dalam pertemuan tersebut, Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dan membahas berbagai agenda strategis bilateral. Meski angka pasti masih simpang siur, Trump menyebut potensi pesanan bisa mencapai 750 unit pesawat Boeing, sementara China baru mengonfirmasi 200 unit.

Isi Kesepakatan dan Pernyataan Resmi

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa para pihak telah mencapai kesepakatan mengenai pembelian pesawat AS oleh China. Selain itu, kedua negara juga memastikan pasokan mesin pesawat dan komponen AS ke China akan terus berjalan lancar. “Para pihak mencapai kesepakatan mengenai pembelian pesawat AS oleh China, serta memastikan pasokan mesin pesawat dan komponen AS ke China,” bunyi pernyataan tersebut. Kementerian itu menambahkan bahwa Beijing dan Washington sepakat untuk terus mengembangkan kerja sama di bidang-bidang terkait lainnya. Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif bagi hubungan dagang kedua negara yang sempat memanas dalam beberapa tahun terakhir.

Angka Pesanan: Antara Klaim dan Konfirmasi

Sebelum pengumuman resmi, Presiden Donald Trump sempat menyebut angka yang jauh lebih besar. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengklaim bahwa Beijing setuju untuk membeli 200 pesawat Boeing, namun potensi total pesanan bisa melonjak hingga 750 unit. “Saya mengatakan ini kepada Boeing dan General Electric, kami akan menggunakan mesin General Electric, yang sangat bagus. Jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik, kita bisa mencapai 750 unit,” ungkap Trump kepada media Fox News. Namun hingga saat ini, pemerintah China belum mengonfirmasi angka sebesar itu. Kesepakatan yang diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China hanya menyebutkan adanya pembelian pesawat tanpa merinci jumlah pastinya. Ketidaksesuaian angka ini menimbulkan tanda tanya di kalangan analis perdagangan internasional.

Konteks Kunjungan dan Hubungan Bilateral

Kunjungan kenegaraan Trump ke China pada pertengahan Mei menjadi latar belakang penting dari kesepakatan ini. Dalam pertemuan dengan Presiden Xi Jinping, kedua pemimpin membahas arah hubungan bilateral yang lebih stabil dan strategis. Presiden China Xi Jinping menyebut mitranya, Donald Trump, sepakat untuk membangun hubungan China dan AS yang stabil dan strategis serta berkelanjutan. Pernyataan tersebut mencerminkan upaya kedua negara untuk meredakan ketegangan dan mencari titik temu di tengah persaingan ekonomi dan teknologi yang kian ketat. Kesepakatan pembelian pesawat ini pun menjadi salah satu indikator konkret dari komitmen tersebut. Di lapangan, para pengamat menilai bahwa langkah China membeli pesawat AS bukan semata-mata transaksi bisnis. Lebih dari itu, ini adalah sinyal diplomatik yang menunjukkan kesediaan Beijing untuk membuka pintu kerja sama meskipun persaingan geopolitik masih berlangsung. Sementara itu, bagi Boeing dan General Electric, kesepakatan ini menjadi angin segar di tengah tekanan pasar global yang tidak menentu.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini