Gempa M 4,5 Guncang Sukabumi, BMKG: Akibat Sesar Aktif Bawah Laut

- Senin, 18 Mei 2026 | 06:25 WIB
Gempa M 4,5 Guncang Sukabumi, BMKG: Akibat Sesar Aktif Bawah Laut
PARADAPOS.COM - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu malam, 17 Mei, tepat pukul 22.15 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di dasar laut dengan kedalaman 28 kilometer. Peristiwa ini dipicu oleh pergerakan sesar aktif bawah laut dan terasa hingga skala intensitas III MMI, namun hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa.

Episenter dan Penyebab Guncangan

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 7,53 derajat Lintang Selatan dan 106,72 derajat Bujur Timur. Secara administratif, titik tersebut masih berada di wilayah Kabupaten Sukabumi. "Dilihat dari letak pusat gempa dan kedalaman hiposenternya, kejadian ini termasuk gempa dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif di bawah laut," ujar Teguh dalam keterangan resmi yang diterima di Bandung, Senin, 18 Mei.

Intensitas dan Dampak di Lapangan

Berdasarkan laporan warga, getaran gempa dirasakan di sejumlah titik di Sukabumi dengan tingkat intensitas III MMI. Pada skala ini, guncangan terasa nyata di dalam rumah, mirip dengan sensasi saat ada kendaraan berat seperti truk melintas di dekat bangunan. Meski getaran cukup terasa, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan pada struktur bangunan. Tim BMKG terus memantau perkembangan dan memastikan belum terjadi gempa susulan hingga pukul 22.42 WIB.

Imbauan Resmi dan Sumber Informasi

Menanggapi situasi ini, Teguh mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan bahwa satu-satunya sumber resmi terkait data kegempaan adalah BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi. "Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disalurkan melalui kanal-kanal komunikasi resmi yang sudah terverifikasi," ungkapnya.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar