PARADAPOS.COM - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menuai sorotan hingga ke Malaysia. Media berita Astro AWANI mengangkat pidato tersebut menjadi headline, menyoroti pernyataan Prabowo yang menyebut bahwa kenaikan harga dolar tidak berdampak langsung pada masyarakat desa. Dalam pidatonya, Prabowo secara gamblang menyatakan bahwa warga desa tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari, sehingga mereka tidak perlu khawatir dengan fluktuasi nilai tukar.
Pidato Prabowo Jadi Sorotan Media Malaysia
Astro AWANI, saluran berita Malaysia yang dimiliki oleh Astro Awani Network Sdn Bhd, mengupas tuntas pernyataan Presiden RI tersebut. Judul yang diangkat pun cukup mencolok, yakni “Rakyat di Desa Tak Guna Dolar.” Dalam unggahan di Instagram, mereka menuliskan narasi yang menekankan bahwa penyusutan nilai rupiah tidak memberi kesan langsung kepada mayoritas rakyat, terutama mereka yang tinggal di pedesaan dan lebih fokus pada kebutuhan dasar seperti pangan dan energi.
Media tersebut juga menampilkan cuplikan video pidato Prabowo. Di dalamnya, Presiden kembali menegaskan bahwa warga desa tidak terpengaruh oleh gejolak dolar.
“Mau Dolar berapa kek, kan di desa gak pakai Dolar,” ujarnya dalam pidato tersebut.
Seloroh untuk Titiek Suharto
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga melontarkan candaan yang ditujukan kepada mantan istrinya, Titiek Suharto, yang juga merupakan anggota DPR. Ia berseloroh bahwa justru mereka yang sering bepergian ke luar negerilah yang seharusnya merasa bingung dengan kenaikan dolar.
“Yang sering ke luar negeri nih yang bingung, nah Mbak Titiek nih,” ungkap Prabowo sambil tertawa, yang kemudian disambut tawa dari Titiek Suharto yang hadir di lokasi.
Pernyataan ini menambah warna dalam pidato yang sarat dengan pesan tentang ketahanan ekonomi domestik. Prabowo menilai bahwa masyarakat desa, yang ekonominya berbasis pada kebutuhan lokal, tidak perlu cemas terhadap gejolak nilai tukar.
Reaksi Netizen dan Dampak Pemberitaan
Sorotan dari media Malaysia ini pun memicu perbincangan hangat di kalangan netizen. Banyak yang menyoroti bagaimana isu yang awalnya disampaikan dalam forum domestik justru mendapat perhatian luas di luar negeri. Beberapa pihak menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk optimisme terhadap fundamental ekonomi Indonesia, sementara yang lain melihatnya sebagai sikap yang terlalu meremehkan dampak global.
Terlepas dari pro dan kontra, pemberitaan ini menunjukkan bahwa setiap pernyataan kepala negara selalu memiliki bobot yang besar, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di mata komunitas internasional.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Video Viral GEKDIAH: Dua Tato di Lengan Perempuan dan Kutek Hitam Pria Jadi Sorotan, Pakar Siber Ingatkan Bahaya Phishing
Hampir Separuh Penduduk Batavia Abad ke-17 adalah Budak, Fakta Kelam di Balik Gemerlap VOC
Video Salat Tanpa Mukena di Pelatihan Militer Calon Manajer Koperasi Desa Picu Kontroversi, Komnas HAM Soroti Program
Praperadilan Refly Harun Dinilai Jadi Penentu Nasib Tersangka Lain di Kasus Ijazah Palsu Jokowi