PARADAPOS.COM - Mantan bek Arsenal, Mikael Silvestre, menilai Gabriel Martinelli berpotensi meminta dijual jika terus menjadi pilihan kedua di sisi kiri serangan. Musim ini, pemain asal Brasil itu kerap duduk di bangku cadangan, kalah bersaing dengan Leandro Trossard yang lebih sering dipercaya sebagai starter. Silvestre, yang pernah merasakan kerasnya kompetisi di klub raksasa London Utara, menganggap situasi ini bisa memicu kepergian Martinelli pada bursa transfer mendatang.
Menit Bermain yang Menyusut
Martinelli sejatinya tetap produktif. Dalam 50 pertandingan di semua kompetisi, ia mencatatkan 2.265 menit bermain, menyumbang 11 gol dan 6 assist. Namun, angka itu tidak sepenuhnya mencerminkan perannya. Sebagian besar penampilan pemain berusia 24 tahun itu justru dimulai dari bangku cadangan.
“Gabriel Martinelli mungkin ingin pergi karena minimnya menit bermain. Dia adalah pemain internasional Brasil, ia ingin bermain, dan Leandro Trossard saat ini punya lebih banyak menit bermain dibandingkan dia,” ujar Silvestre.
Menurutnya, keputusan hengkang bisa menjadi langkah logis. Apalagi, Martinelli sudah cukup lama mengabdi di Arsenal. “Jadi, dia mungkin melihat opsi ke klub lain karena ia sudah cukup lama berada di Arsenal. Pergi setelah membantu klub menjuarai liga mungkin akan bagus untuknya,” lanjutnya.
Mencari Pelabuhan Baru
Silvestre juga menambahkan bahwa jika Martinelli memutuskan pergi setelah membantu Arsenal meraih gelar Premier League, hal itu justru akan memperkuat nilai jual dan rekam jejaknya. Namun, ia mengingatkan bahwa pemain asal Brasil itu tetap perlu menemukan klub yang tepat—tim yang mampu memberinya jaminan menit bermain lebih banyak.
“Pergi mungkin jadi keputusan yang bagus, tapi ia harus mencari tempat yang tepat, dan kemudian tentu saja Arsenal harus mencari penggantinya. Selain itu, saya tidak melihat posisi yang perlu ditingkatkan Arsenal,” pungkasnya.
Hingga saat ini, belum ada klub yang secara terbuka menunjukkan minat untuk mendatangkan Martinelli. Kontraknya bersama Arsenal masih berlaku hingga 2027, meskipun klub memiliki opsi untuk memperpanjangnya satu musim tambahan. Situasi ini membuat masa depan pemain sayap tersebut masih menggantung, tergantung pada kebijakan pelatih dan dinamika bursa transfer ke depan.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
DTKJ Usulkan Tarif Tunggal Rp5.000 untuk Seluruh Transportasi Umum di Jakarta
KPK: Pengembalian Amplop oleh Menteri Kehutanan Tak Hapus Unsur Pidana
KSP Percepat Pembangunan Fasilitas CNG di Tanjung Enim untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Buka Lapangan Kerja
Argentina Vs Tanjung Verde di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Messi Jadi Andalan Hadapi Kolektivitas Lawan