BNI Siapkan Strategi Kelola Dana Jumbo dari Kewajiban Penempatan DHE SDA Mulai 2026

- Kamis, 21 Mei 2026 | 22:25 WIB
BNI Siapkan Strategi Kelola Dana Jumbo dari Kewajiban Penempatan DHE SDA Mulai 2026
PARADAPOS.COM - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) mulai menyusun strategi khusus untuk mengelola potensi dana jumbo dari kebijakan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Aturan ini mewajibkan eksportir SDA menempatkan seluruh dana hasil ekspor di bank-bank Himbara selama satu tahun, dengan konversi ke rupiah maksimal 50%. BNI menilai kebijakan tersebut akan memperkuat likuiditas valuta asing domestik dan mendorong pendalaman pasar keuangan nasional.

Momentum Penguatan Likuiditas Valas

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa kebijakan pemerintah ini akan memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan dunia. Dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (22/5/2026), ia menegaskan dukungan penuh perseroan terhadap langkah pemerintah dan Bank Indonesia. “Kami mendukung penuh langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperkuat ketahanan eksternal melalui optimalisasi DHE SDA. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pasokan valas di pasar domestik dan memperkuat peran Himbara sebagai agent of development,” tuturnya. Selain berdampak pada stabilitas nilai tukar rupiah, aturan ini membuka peluang bagi perbankan BUMN untuk memperkuat layanan treasury, cash management, hingga pengembangan instrumen investasi berbasis valuta asing. BNI menilai, kebijakan ini bukan sekadar soal kepatuhan, tetapi juga momentum bisnis.

Persiapan Lapangan dan Pendampingan Nasabah

Sebagai bank yang aktif melayani eksportir nasional, BNI telah memulai sosialisasi kepada nasabah terkait mekanisme baru DHE SDA. Perseroan juga menyiapkan relationship manager khusus untuk mendampingi nasabah eksportir dalam penyesuaian kebijakan tersebut. Langkah ini diambil agar transisi berjalan lancar tanpa mengganggu arus kas nasabah. Di sisi digital, BNI memperkuat platform BNIdirect melalui fitur khusus DHE SDA. Fitur ini memungkinkan monitoring, pelaporan kepada pemerintah, serta pengelolaan transaksi secara lebih terintegrasi dan efisien. “Kami juga menyiapkan penguatan solusi keuangan digital melalui BNIdirect fitur DHE SDA untuk mendukung proses monitoring, reporting ke pemerintah serta pengelolaan transaksi DHE SDA secara lebih seamless sehingga nasabah eksportir dapat menjaga dan mengatur cash flow lebih optimal,” ujar Okki.

Langkah Lanjutan dan Optimisme ke Depan

Ke depan, BNI menyiapkan langkah lanjutan untuk mengoptimalkan pengelolaan dana DHE SDA. Fokusnya meliputi penguatan layanan digital cash management, layanan tresuri, optimalisasi instrumen investasi, hingga kesiapan menjadi mitra utama pemerintah dalam distribusi Surat Berharga Negara (SBN) valas domestik khusus DHE SDA. Perseroan optimistis implementasi aturan baru ini bakal menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian nasional. Efek berganda itu terutama diharapkan muncul melalui peningkatan likuiditas valas di dalam negeri dan penguatan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Di lapangan, para eksportir pun mulai menyesuaikan diri dengan aturan yang dinilai strategis ini.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar