PARADAPOS.COM - Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mendedikasikan kemenangan 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga pamungkas Super League kepada Aremania. Laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Jumat, 22 Mei 2026, itu menjadi penutup musim yang manis bagi Singo Edan. Santos secara khusus mempersembahkan hasil positif ini untuk ribuan suporter setia yang memadati tribun.
Kemenangan untuk Suporter Setia
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Santos tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku sangat terkesan dengan antusiasme para pendukung yang hadir langsung memberikan dukungan.
"Saya sangat senang dengan kehadiran para Aremania dengan jumlah yang banyak, kemenangan ini untuk suporter," kata Santos.
Ia menegaskan bahwa kehadiran ribuan suporter menjadi pelecut semangat yang luar biasa bagi para pemain. Semangat itu, menurutnya, terlihat jelas dari determinasi tim sepanjang 90 menit pertandingan hingga akhirnya berhasil membobol gawang lawan sebanyak tiga kali.
Laga Penuh Tekanan Melawan PSIM
Meski meraih kemenangan, Santos mengakui bahwa pertandingan berjalan tidak mudah. Ia menilai PSIM Yogyakarta memberikan perlawanan sengit dan memiliki komposisi pemain yang solid di setiap lini.
"Tentu ini pertandingan yang sulit karena PSIM tim kuat dan dilatih oleh pelatih berkualitas," ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan kewaspadaan tim pelatih terhadap kualitas lawan. Meski demikian, strategi yang diterapkan Santos terbukti mampu meredam agresivitas PSIM dan memaksimalkan peluang menjadi gol.
Dampak Kemenangan di Klasemen Akhir
Kemenangan ini membawa Arema FC naik satu peringkat ke posisi sembilan klasemen akhir Super League dengan torehan 48 poin dari 34 pertandingan. Sebelumnya, Singo Edan bertengger di urutan ke-10. Hasil ini juga melengkapi catatan apik Arema yang berhasil memenangkan tiga laga terakhir mereka secara beruntun.
Peran Kiper di Balik Kemenangan
Kiper Arema FC, Adi Satryo, turut angkat bicara mengenai kunci sukses tim. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak, terutama suporter yang hadir langsung.
"Tentu ketika di lapangan hal itu mampu membuat kami sebagai pemain jauh bermain lebih bertenaga," tutur dia.
Adi juga mengakui bahwa musim ini berjalan cukup berat baginya secara pribadi. Ia sempat beberapa kali harus absen karena cedera. Namun, kondisinya perlahan membaik berkat dukungan dan motivasi dari seluruh elemen tim.
Apresiasi untuk Pelatih
Secara khusus, pemain berusia 24 tahun itu menyampaikan apresiasi kepada Marcos Santos. Ia merasa pelatih asal Brasil tersebut berperan besar dalam proses pemulihannya dari cedera panjang.
"Contohnya di pertandingan kali ini yang menjadi pertandingan pertama sama setelah cedera panjang, beliau (Marcos Santos) datang untuk menenangkan sehingga saya bisa nyaman di lapangan," ucapnya.
Ucapan itu menggambarkan hubungan emosional yang terjalin antara pemain dan pelatih, yang pada akhirnya berkontribusi pada performa solid Arema FC di laga penutup musim.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
MAN IC Serpong Jadi Madrasah Pertama di Indonesia Raih Lisensi International Baccalaureate
Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Kenakan Blangkon dan Pakaian Hitam untuk Tarik Pembeli
Tim Medis Peringatkan Jemaah Haji soal Risiko Dehidrasi dan Heat Stroke di Tengah Suhu 42 Derajat Celcius
Polres Ciamis dan Petani Sulap Lahan Tadah Hujan Jadi Lahan Produktif dengan Metode Tumpang Sari