Guru Sekolah Rakyat Bekasi Cerita Perjuangan Siswa Miskin yang Belajar di Tengah Keterbatasan

- Jumat, 22 Mei 2026 | 13:50 WIB
Guru Sekolah Rakyat Bekasi Cerita Perjuangan Siswa Miskin yang Belajar di Tengah Keterbatasan
PARADAPOS.COM - Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Program ini tidak hanya menyediakan fasilitas belajar yang layak, tetapi juga dirancang untuk menumbuhkan semangat belajar dan membangun karakter siswa. Sejauh ini, inisiatif tersebut telah memberikan dampak nyata bagi murid maupun calon guru di berbagai daerah, termasuk di Bekasi.

Kisah Seorang Guru di Garda Depan

Salah satu contoh nyata datang dari Haikal, seorang guru sejarah di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi. Awalnya, ia tertarik menjadi pengajar di program ini karena memiliki ketertarikan mendalam terhadap dunia pendidikan sekaligus kesejahteraan sosial. Setelah melalui serangkaian tes yang ketat, akhirnya ia dinyatakan lolos dan resmi bergabung. Sebelum mulai mengajar, Haikal sempat diliputi kekhawatiran. Ia membayangkan akan menghadapi siswa dengan latar belakang ekonomi yang sangat terbatas. Namun, pandangannya berubah total setelah ia melihat langsung semangat belajar para siswa di lapangan. "Anak-anak saya pandang sama semua ya, rata. Tapi begitu saya datang ke rumahnya, Mbak, wah itu nggak ada tempat belajar sama sekali. Di sekolah dia benar-benar belajar yang kalau saya lihat itu nggak cukup sama guru saja. Jadi kalau dia udah selesai gitu belajar dan masih masih kurang, dia minta tambahan sama wali asuhnya," kata Haikal dalam program Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat, 22 Mei 2026. Menurut Haikal, semangat belajar anak-anak di Sekolah Rakyat sangat tinggi meski mereka hidup dalam keterbatasan. Ia menyaksikan sendiri bagaimana para siswa memanfaatkan setiap kesempatan di sekolah untuk mengejar ketertinggalan.

Lebih dari Sekadar Akademik

Selain pembelajaran akademik, Sekolah Rakyat juga membangun pendidikan karakter melalui pembiasaan disiplin dan adab sehari-hari. Para siswa dibiasakan untuk bersikap sopan, tepat waktu, dan bertanggung jawab. Dukungan fasilitas digital seperti internet, laptop, dan smartboard turut membantu siswa agar lebih siap mengikuti perkembangan teknologi. Meskipun demikian, proses adaptasi terhadap teknologi ini memerlukan waktu. Haikal mencontohkan bagaimana para siswa masih perlu belajar dasar-dasar penggunaan perangkat digital. "Untuk melek terhadap teknologi bagaimana mengetik, itu mengetik mereka masih sangat lambat dan tidak apa ya, perlu diberikan semacam tutorial gitu agar mereka menggunakan peralatan yang ada di sini," tuturnya.

Harapan ke Depan

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi langkah nyata pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan pendekatan yang holistik—menggabungkan akademik, karakter, dan teknologi—program ini berupaya memberikan bekal yang cukup bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar