Menhaj Temukan Data Kapasitas Tenda Arafah Tak Sesuai Jumlah Tempat Tidur

- Jumat, 22 Mei 2026 | 11:50 WIB
Menhaj Temukan Data Kapasitas Tenda Arafah Tak Sesuai Jumlah Tempat Tidur
PARADAPOS.COM - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menemukan ketidaksesuaian antara data kapasitas yang tercantum dengan jumlah tempat tidur (bed) yang tersedia di dalam tenda jemaah di Arafah. Temuan ini terungkap saat ia melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Pada salah satu tenda, kapasitas yang tertulis mencapai 360 orang, namun setelah dihitung secara manual, jumlah bed yang ditemukan hanya 320 unit. Menyikapi hal ini, Menhaj meminta tim di lapangan untuk melakukan pengawasan ketat dan penghitungan manual guna memastikan jumlah bed sesuai dengan jumlah jemaah.

Penghitungan Ulang di Lapangan

Dalam kunjungannya, Gus Irfan—sapaan akrab Mochamad Irfan Yusuf—menemukan bahwa angka yang tertera tidak sesuai dengan realitas. "Angka yang tertulis di jendela itu adalah 360 kasur. Kami hitung ulang ternyata 332. Saya minta syarikah untuk menambah tenda tambahan untuk yang 30-an tadi dan itu berapa tenda lagi yang seperti ini," ungkapnya dalam program Headline News Metro TV, Jumat, 22 Mei 2026. Selisih puluhan tempat tidur ini menjadi perhatian serius. Pemerintah tidak ingin kejadian tahun lalu terulang, di mana sejumlah jemaah kekurangan tempat tidur dan harus mendapat tambahan tenda di menit-menit akhir.

Fasilitas Toilet Juga Disorot

Amirul Hajj, pemimpin delegasi dan misi haji yang ditunjuk secara resmi oleh pemerintah, turut mencermati fasilitas toilet di area tersebut. Meskipun kondisinya bersih dan layak digunakan, rasio satu toilet untuk 50 jemaah dinilai belum ideal. Menurutnya, angka ini perlu ditingkatkan pada penyelenggaraan haji mendatang agar kenyamanan jemaah lebih terjamin. Dari sisi pengawasan, langkah penghitungan manual dianggap penting untuk memastikan data yang akurat. Tim di lapangan diminta tidak hanya mengandalkan angka yang tercantum, tetapi juga melakukan verifikasi langsung. Dengan begitu, setiap ketidaksesuaian bisa segera diantisipasi sebelum jemaah tiba.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar