Arus Peti Kemas Pelindo Tumbuh 7 Persen pada Januari–April 2026, Didorong Ekspor-Impor

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:25 WIB
Arus Peti Kemas Pelindo Tumbuh 7 Persen pada Januari–April 2026, Didorong Ekspor-Impor

PARADAPOS.COM - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat realisasi arus peti kemas sebanyak 6,42 juta Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) sepanjang Januari hingga April 2026. Capaian ini menandai pertumbuhan sebesar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat 5,99 juta TEUs. Kenaikan ini didorong oleh aktivitas ekspor dan impor yang meningkat signifikan di berbagai pelabuhan utama Tanah Air.

Kinerja Ekspor-Impor Jadi Motor Utama

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan bahwa segmen internasional menjadi penopang utama pertumbuhan. Segmen ini mencatatkan kenaikan sekitar 11 persen secara tahunan.

"Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan segmen internasional yang meningkat sekitar 11 persen, dengan ekspor tumbuh 10 persen dan impor naik 12 persen," ungkap Achmad melalui keterangan resmi yang dikutip Sabtu (30/5/2026).

Di sisi domestik, arus peti kemas juga menunjukkan eskalasi sebesar 4 persen. Aktivitas bongkar naik 5 persen, sementara aktivitas muat meningkat 4 persen.

Komoditas Unggulan di Jalur Internasional

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah komoditas ekspor berbasis peti kemas mengalami ekspansi. Produk lemak serta minyak hewan dan nabati naik 7,95 persen. Mesin dan alat mekanis tumbuh 9,26 persen, sementara mesin serta perlengkapan elektrik naik 4,9 persen. Ragam produk kimia bahkan melesat hingga 12,27 persen.

Di sisi impor, lonjakan lebih tajam terlihat. Komoditas mesin dan peralatan mekanis naik 22,1 persen. Mesin dan perlengkapan elektrik tumbuh 17,91 persen, instrumen optik naik 20,8 persen, dan berbagai produk kimia melonjak hingga 36,31 persen.

Gerbang Pelabuhan Utama Bergeliat

Muchtasyar menambahkan, pertumbuhan ini terlihat nyata di beberapa pelabuhan utama yang melayani perdagangan luar negeri, seperti Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Emas di Semarang, dan Tanjung Perak di Surabaya. Rantai pasok dan distribusi nasional disebutnya tetap aktif.

"Aktivitas bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan utama tersebut menunjukkan bahwa rantai pasok dan distribusi perdagangan nasional tetap aktif," tuturnya.

Untuk arus domestik, Pelabuhan Tanjung Priok mencatat pertumbuhan 8 persen. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya pengiriman peti kemas menuju wilayah Indonesia bagian timur. Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Perak tumbuh 2 persen berkat optimalisasi layanan menuju Makassar, Kendari, dan Berau.

Pelabuhan Makassar pun membukukan pertumbuhan 7 persen. Aktivitas ini didorong oleh pergerakan komoditas pertanian seperti jagung, beras, dan palawija, seiring meningkatnya denyut ekonomi di Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar