PARADAPOS.COM - Sekolah Rakyat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, resmi membuka penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak sembilan rombongan belajar (rombel) telah disiapkan, masing-masing untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Para siswa dijadwalkan segera menempati gedung baru di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, pada Agustus mendatang, menandai babak baru dalam upaya pemerataan akses pendidikan gratis di daerah tersebut.
Gedung Baru Menyatu, Progres Pembangunan Capai 88 Persen
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengungkapkan bahwa selama ini kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat terbagi di dua lokasi berbeda. "Selama ini siswa Sekolah Rakyat di Banyuwangi terbagi di dua lokasi yakni menempati Gedung Balai Diklat di Desa Licin dan Gedung BPVP di Muncar," katanya.
Pembangunan gedung baru ini berdiri di atas lahan seluas 7 hektare. Mujiono menambahkan, progres pembangunan saat ini telah mencapai 88 persen dan ditargetkan rampung pada 30 Juli mendatang. Langkah ini menjadi solusi untuk menyatukan seluruh aktivitas pendidikan yang sebelumnya terpecah.
Komitmen Nasional untuk Memutus Rantai Kemiskinan
Mujiono menegaskan bahwa kehadiran gedung baru ini merupakan wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah memberikan akses pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. "Bapak Presiden ingin memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, dengan ilmu dan keterampilan yang didapat, para siswa diharapkan dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga mereka," ujarnya.
Di Sekolah Rakyat Banyuwangi, kurikulum tidak hanya berfokus pada ilmu pengetahuan umum. Pembentukan karakter dan pelatihan keterampilan juga menjadi pilar utama. Hal ini dirancang agar lulusan tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja.
Dampak Nyata: Kepercayaan Diri dan Peluang Kerja
Wabup Mujiono mengaku bersyukur melihat perkembangan positif pada anak-anak didik. Mereka kini tampil lebih percaya diri, penuh semangat, dan optimistis meraih cita-cita. Bahkan, beberapa alumni telah menunjukkan hasil yang membanggakan.
"Ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi dan ada juga yang langsung bekerja di salah satu perusahaan ternama yakni, Toyota," ungkapnya. Kisah sukses ini menjadi bukti bahwa program pendidikan terpadu mampu membuka pintu kesempatan yang lebih luas.
Peleburan Dua Sekolah Menjadi Satu Entitas Terintegrasi
Kepala Sekolah Rakyat Banyuwangi jenjang SD-SMP, Winarno, menjelaskan bahwa mulai Rabu ini, dua Sekolah Rakyat rintisan di Banyuwangi resmi melebur. Keduanya kini bergabung menjadi satu dengan nama Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi.
"Gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi akan menjadi pusat kegiatan belajar bagi seluruh siswa SR di Banyuwangi yang sebelumnya berada di dua lokasi berbeda," jelasnya.
Winarno merinci, saat ini SRT 1 Banyuwangi memiliki sembilan rombongan belajar. Sementara itu, SRT 46 Muncar terdiri atas empat rombel untuk jenjang SD dan SMA, dan SRT di Licin memiliki lima rombel yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh siswa dijadwalkan mulai menempati kompleks sekolah baru tersebut setelah pembangunan rampung dan sarana pendukung dinyatakan siap digunakan.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak, Salat, dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Kamis 16 Juli 2026
Inggris Lakukan Tiga Rotasi Pemain Hadapi Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Mitchell Baker Resmi Jadi WNI, Perkuat Timnas Indonesia Usai Penuhi Proses FIFA
KPK Panggil Anggota BPK Bobby Adhityo sebagai Tersangka Suap Audit Muara Enim