Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi untuk Kendalikan Inflasi Pangan dan Biaya Produksi

- Rabu, 15 Juli 2026 | 04:25 WIB
Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi untuk Kendalikan Inflasi Pangan dan Biaya Produksi
PARADAPOS.COM - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyiapkan serangkaian langkah mitigasi untuk mengendalikan laju inflasi. Fokus utama tertuju pada komponen harga pangan bergejolak (volatile food) dan sejumlah biaya produksi yang berpotensi mendorong kenaikan harga barang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal ini di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026, dalam pernyataan yang dikutip dari Antara.

Komoditas yang Dipantau Ketat

Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah terus mencermati pergerakan beberapa komoditas yang dapat mempengaruhi inflasi. Ia mencontohkan harga emas yang sempat naik pada periode sebelumnya, namun kini sudah menunjukkan tren penurunan. Sebaliknya, komponen volatile food justru masih mencatatkan peningkatan. “Tentu kita melihat beberapa komoditas yang bisa mempengaruhi kenaikan inflasi. Kalau di periode yang lalu kan kita lihat emas naik, tapi kita lihat sudah turun. Kemudian yang masih meningkat itu volatile food,” ujarnya.

Penanganan Harga Pangan dan Kemasan

Pemerintah berencana melakukan penanganan khusus terhadap komponen volatile food agar tidak memberikan tekanan berlebih pada inflasi. Selain itu, perhatian juga diberikan pada kenaikan harga kemasan yang berdampak langsung pada produk makanan. “Sehingga volatile food termasuk bawang putih itu perlu ditangani secara baik. Dan beberapa yang akibat daripada harga packaging yang naik. Itu yang tadi kita bahas, dengan kita minta supaya PMK-nya segera dikeluarkan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut sangat penting karena hampir seluruh produk makanan menggunakan kemasan plastik. “Karena itu sangat berpengaruh terhadap kontribusi karena seluruh makanan kan ada plastik packaging-nya. Kemudian juga untuk yang terkait dengan petrochemical, LPG itu sudah keluar. Dan juga untuk spare parts juga sudah keluar PMK-nya,” lanjutnya.

Harapan ke Depan

Airlangga berharap berbagai kebijakan yang telah dan akan diterbitkan dapat membantu meredam tekanan harga di masa mendatang. “Jadi tentu kita berharap dengan demikian ke depan ini bisa kita landaikan,” tuturnya. Ia menjelaskan bahwa kebijakan pembebasan biaya masuk untuk LPG dan suku cadang (spare parts) yang sudah diterbitkan merupakan bagian dari strategi menjaga laju inflasi. Sektor transportasi, khususnya penerbangan, menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi pergerakan harga. “Mengenai bea masuk LPG yang nol dan juga bea masuk spare parts yang nol. Karena kan salah satu yang juga berpengaruh terhadap inflasi adalah penerbangan, transportasi udara,” ungkap Airlangga.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar