Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp58.400 per Kg, Telur Ayam Ras Ikut Melonjak

- Rabu, 15 Juli 2026 | 04:50 WIB
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp58.400 per Kg, Telur Ayam Ras Ikut Melonjak
PARADAPOS.COM - Jakarta, 15 Juli 2026. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat lonjakan harga sejumlah komoditas pokok di tingkat pedagang eceran. Cabai rawit merah menjadi yang paling menonjol dengan harga Rp58.400 per kilogram, disusul telur ayam ras yang mencapai Rp29.000 per kg. Data ini dirilis pada Rabu lalu dan menjadi indikasi terbaru pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional maupun modern.

Ragam Harga Bahan Pokok di Pasar Eceran

Berdasarkan catatan PIHPS, harga bawang merah tercatat di angka Rp44.700 per kg, sementara bawang putih sedikit lebih rendah yakni Rp44.150 per kg. Untuk kategori beras, variasi harga cukup terlihat. Beras kualitas bawah I dibanderol Rp14.750 per kg, sedangkan kualitas bawah II Rp14.550 per kg. Memasuki kelas menengah, beras medium I dihargai Rp16.350 per kg dan medium II Rp16.150 per kg. Sementara itu, beras super I mencapai Rp17.650 per kg, dan super II berada di Rp17.150 per kg.

Cabai dan Daging: Komoditas dengan Fluktuasi Tinggi

Tidak hanya cabai rawit merah, harga cabai merah besar juga tercatat cukup tinggi, yakni Rp48.350 per kg. Cabai merah keriting menyusul di angka Rp47.900 per kg, dan cabai rawit hijau mencapai Rp51.750 per kg. Di sektor protein hewani, daging ayam ras segar dijual dengan harga Rp38.150 per kg. Sementara daging sapi kualitas I menembus Rp150.350 per kg, dan kualitas II berada di kisaran Rp141.000 per kg.

Gula dan Minyak Goreng: Stabilitas di Tengah Kenaikan

Untuk kebutuhan pokok lainnya, gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.300 per kg, sedangkan gula pasir lokal sedikit lebih murah di angka Rp19.100 per kg. Minyak goreng curah dijual seharga Rp20.550 per liter. Adapun minyak goreng kemasan bermerek I dibanderol Rp24.200 per liter, dan merek II berada di harga Rp23.400 per liter. “Kami terus memantau pergerakan harga di lapangan untuk memastikan pasokan tetap terjaga,” ujar seorang petugas PIHPS yang enggan disebutkan namanya. Data ini, lanjutnya, menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil langkah stabilisasi harga. Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan distribusi yang kerap terhambat di beberapa wilayah, fluktuasi harga seperti ini dinilai wajar namun tetap perlu diwaspadai. Para pedagang di pasar tradisional pun mulai melakukan penyesuaian stok agar tidak merugi.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar