BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Sumut, Waspada Banjir dan Longsor

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:50 WIB
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Sumut, Waspada Banjir dan Longsor
PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi sejumlah wilayah di Sumatra Utara pada Minggu, 19 Juli 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi mengguyur daerah tersebut, meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Peringatan ini disampaikan oleh prakirawan BMKG di Medan, Sabtu, 18 Juli 2026, berdasarkan analisis kondisi atmosfer terkini.

Prakiraan Cuaca Harian: dari Pagi hingga Dini Hari

Prakirawan BBMKG Wilayah I, Budi Prasetyo, menjelaskan rincian cuaca sepanjang hari. Pada Minggu pagi, hujan ringan diperkirakan turun di wilayah Kepulauan Nias. Memasuki siang hingga sore hari, intensitas hujan meningkat. “Hujan ringan hingga lebat diprediksi mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Utara,” ujarnya. Memasuki malam hari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi di sejumlah kabupaten. Daerah yang perlu waspada meliputi Dairi, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Langkat, Humbang Hasundutan, dan sekitarnya. Sementara itu, pada dini hari, kondisi langit diprediksi berawan di seluruh wilayah Sumatra Utara.

Potensi Bencana dan Imbauan Keselamatan

Budi Prasetyo secara khusus mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana. Ia menekankan bahwa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dapat terjadi di beberapa titik rawan. “Waspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di pegunungan, lereng timur, lereng barat, dan pantai barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana seperti banjir dan longsor,” kata Budi di Medan.

Kondisi Atmosfer dan Suhu Udara

Secara umum, suhu udara di Sumatra Utara pada hari itu berkisar antara 15 hingga 32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 65 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga timur dengan kecepatan yang relatif rendah, yaitu 2 hingga 15 kilometer per jam. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan yang signifikan di wilayah tersebut.

Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan

Tidak hanya di darat, kondisi perairan Sumatra Utara juga perlu diwaspadai. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Indah Riandiny Puteri, mengungkapkan potensi gelombang tinggi pada periode 19 hingga 21 Juli 2026. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Pola angin di wilayah Sumatra Utara umumnya bergerak dari arah timur ke barat laut dengan kecepatan berkisar 5 hingga 25 knot. Gelombang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah titik, seperti perairan timur Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, serta perairan barat Sumatra Utara.

Imbauan Khusus bagi Nelayan dan Kapal

Menghadapi kondisi ini, Indah Riandiny Puteri memberikan imbauan khusus bagi para nelayan dan operator kapal. Nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang juga harus meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Imbauan ini penting untuk mencegah kecelakaan laut akibat cuaca buruk.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar