45 Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Hentikan Operasional Akibat Anggaran Tak Kunyah Cair

- Rabu, 10 Juni 2026 | 21:00 WIB
45 Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Hentikan Operasional Akibat Anggaran Tak Kunyah Cair
PARADAPOS.COM - Sebanyak 45 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menghentikan operasional secara serentak akibat kehabisan anggaran. Penghentian ini dipicu oleh belum adanya transfer dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang biasanya rutin dikirimkan setiap akhir pekan. Akibatnya, distribusi makanan bergizi ke berbagai sekolah di wilayah tersebut terhenti total hingga dana dari pusat dicairkan.

Dapur Sepi, Produksi Terhenti Total

Pemandangan berbeda kini terlihat di puluhan titik SPPG di Jombang. Area dapur yang biasanya ramai dengan aktivitas memasak pagi hari, kini tampak sepi tanpa asap dan hiruk-pikuk pengelola. Para pengelola mengaku tidak memiliki pilihan lain selain menghentikan sementara seluruh kegiatan produksi. Biasanya, dana operasional dari BGN dikirimkan secara periodik setiap satu pekan sekali, tepatnya pada akhir pekan. Namun, keterlambatan transfer kali ini membuat dapur-dapur tersebut tidak mampu lagi membeli bahan baku untuk memasak. Dampaknya langsung terasa: pasokan MBG yang biasa dikirimkan ke sekolah-sekolah kini terhenti total.

Anggaran Ratusan Juta per Pekan

Kebutuhan dana untuk menjalankan program ini tergolong besar. Sebagai gambaran, di SPPG Tambakrejo 7 Kecamatan Jombang, BGN biasanya mentransfer dana sekitar Rp100 juta setiap akhir pekan. Anggaran sebesar itu digunakan untuk memproduksi sekitar 1.700 porsi makanan bergizi bagi para siswa setiap harinya. Data dari Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Jombang mencatat, jumlah SPPG yang mogok beroperasi terus bertambah secara bertahap hingga mencapai 45 titik pada hari ini. Angka ini menunjukkan bahwa masalah tersebut bukan sekadar kendala di satu atau dua lokasi, melainkan telah meluas secara signifikan.

Langkah Cepat Korwil BGN

Merespons situasi di lapangan, Korwil BGN Kabupaten Jombang langsung mengambil langkah cepat. Pihaknya meminta seluruh kepala SPPG yang terdampak untuk segera menyusun dan mengirimkan laporan resmi ke BGN pusat. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat penanganan kendala teknis yang terjadi. "Kami meminta seluruh kepala SPPG segera membuat laporan kepada BGN pusat agar segera mendapat penanganan dan dananya dapat segera dicairkan," ujar Korwil BGN Kabupaten Jombang, Deni Setiawan Hakim, Rabu (10/6/2026). Deni berharap, BGN pusat bisa segera mempercepat proses transfer dana operasional tersebut dalam waktu dekat. Menurutnya, hal ini penting agar puluhan dapur SPPG di Jombang bisa kembali beroperasi dan menyalurkan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah.

Klaim BGN Pusat

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang buka suara soal isu operasional sejumlah dapur MBG yang berhenti sementara. Nanik menegaskan bahwa dana operasional untuk dapur MBG sudah dicairkan sejak Jumat pekan lalu. "Ada bagian dari hoaks. Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat. Jadi memang ada beberapa yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan," kata Nanik di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Menurutnya, BGN sudah mencairkan dana sebesar Rp5 triliun untuk operasional dapur MBG di berbagai daerah, termasuk di Aceh. Ia menuturkan bahwa isu terkait pencairan dana tersebut hanyalah masalah teknis di lapangan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini