PARADAPOS.COM - Polisi mengamankan tiga tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang pria berinisial DM (29) meninggal dunia di kawasan Pasar Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Peristiwa nahas itu terjadi pada 10 Mei lalu di sebuah tempat biliar. Kanit Reskrim Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan mengonfirmasi bahwa dua dari tiga pelaku masih di bawah umur, sementara satu lainnya sudah dewasa. Ketiganya kini dijerat dengan Pasal 262 KUHP ayat 4 tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kronologi Penangkapan dan Barang Bukti
Para pelaku yang diamankan berinisial NA, AE, dan MLS. Mereka ditangkap di lokasi yang berbeda, yakni di wilayah Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten. Menariknya, salah satu dari ketiga pelaku tersebut diserahkan langsung oleh keluarganya kepada pihak kepolisian.
"Kami baru saja berhasil mengamankan para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, yang terjadi di Weston Grogol pada 10 Mei lalu," ujar AKP Alexander Tengbunan dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan, "Dua di antaranya masih berstatus di bawah umur, satu pelaku lainnya orang dewasa."
Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian menjadi salah satu alat bukti kunci. Selain itu, petugas juga mengamankan pakaian yang dikenakan para pelaku saat peristiwa pengeroyokan berlangsung.
Kesaksian Keluarga: Berawal dari Cekcok di Tempat Biliar
Sebelum tewas, korban DM sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi koma. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia mengembuskan napas terakhir pada Kamis (14/5) di RS Tarakan. Kakak korban, Mita, menuturkan kronologi kejadian yang menimpa adiknya.
Saat itu, DM sedang bermain biliar bersama pacarnya. Situasi berubah tegang ketika pacar korban terlibat cekcok dengan seorang wanita lain. DM yang berusaha melerai justru menjadi sasaran amuk massa.
"Nah dia tuh ngebelain, ngebelain atau misahin gitu, terus udah tiba-tiba dia digebukin, dikeroyok sama lebih dari 15 orang," ungkap Mita saat dikonfirmasi.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban langsung terkapar tak berdaya dengan luka memar di sekujur tubuh dan mengalami pendarahan. Meski sempat mendapat perawatan intensif, kondisi koma yang dialaminya tak kunjung membaik hingga akhirnya ia meninggal dunia.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Sita Rp200 Juta dan Satu Mobil dalam Kasus Suap Pengondisian Audit BPK di Muara Enim
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Transisi LPG ke CNG demi Ketahanan Energi Nasional
Indonesia-China Perkuat Kerja Sama Bilateral, Fokus pada Pengembangan SDM dan Sektor Strategis
Pemprov DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Kepadatan saat Jakarta Fair 2026