PARADAPOS.COM - Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah (Ditjen Bina Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerima empat penghargaan atas kinerja pengelolaan anggaran Tahun Anggaran 2025. Penghargaan tersebut diberikan dalam Workshop Sinergi dan Koordinasi Pelaksanaan Anggaran Semester II Tahun 2025 yang digelar di Gedung KPPN Jakarta IV, Jakarta, pada Rabu, 24 Juni 2026. Capaian ini menandai konsistensi instansi tersebut dalam mempertahankan kualitas tata kelola keuangan selama tiga tahun berturut-turut.
Empat Kategori Penghargaan yang Diraih
Dalam kesempatan tersebut, Ditjen Bina Keuda menerima penghargaan di empat kategori. Pertama, Terbaik I Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) untuk pagu anggaran Rp50–150 miliar. Kedua, Terbaik I Jumlah Transaksi Digipay Tertinggi. Ketiga, Terbaik I Jumlah Transaksi Kartu Kredit Pemerintah (KKP) Tertinggi. Keempat, Terbaik II Jumlah Transaksi Cash Management System (CMS) Tertinggi.
Penghargaan ini bukan sekadar seremoni. KPPN Jakarta IV secara khusus mengapresiasi konsistensi Ditjen Bina Keuda dalam mempertahankan kualitas pengelolaan anggaran pada kategori Nilai IKPA selama tiga tahun berturut-turut, sejak 2023 hingga 2025.
Skor Sempurna dan Realisasi Anggaran Hampir 100 Persen
Berdasarkan penilaian IKPA, Satuan Kerja Ditjen Bina Keuda pada 2025 berhasil meraih nilai sempurna, yakni 100. Capaian realisasi anggaran pun tercatat sangat tinggi, mencapai 99,89 persen. Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh anggaran yang direncanakan dapat direalisasikan secara tepat dan akuntabel.
Direktur Jenderal Bina Keuda Kemendagri, Agus Fatoni, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi seluruh jajaran dalam menjaga kualitas pengelolaan anggaran selama beberapa tahun terakhir.
"Ini penghargaan yang ketiga kalinya. Setiap tahun alhamdulillah kita bisa mempertahankan kinerja kita dalam pengelolaan anggaran dan keuangan," kata Fatoni dalam keterangan pers yang dikutip pada Jumat, 26 Juni 2026.
Kolaborasi dan Prinsip Spending Better
Menurut Fatoni, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi dan kerja sama seluruh unsur di lingkungan Satuan Kerja Ditjen Bina Keuda. Semua pihak terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangan.
“Prestasi yang diraih merupakan hasil kerja keras semua pihak jajaran Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri dan koordinasi yang baik dengan pihak terkait," jelas Fatoni.
Ia menambahkan bahwa capaian ini merupakan cerminan dari prinsip spending better yang digaungkan Kementerian Keuangan. Menurutnya, ukuran keberhasilan suatu kementerian atau lembaga dalam pengelolaan keuangan saat ini tidak hanya didasarkan pada indikator realisasi anggaran.
"Hal ini merupakan cerminan atas prinsip spending better yang digaungkan Kementerian Keuangan bahwa ukuran keberhasilan suatu Kementerian/Lembaga atau Satuan Kerja dalam pengelolaan keuangan saat ini tidak hanya didasarkan pada indikator realisasi anggaran, yaitu semakin tinggi realisasi anggaran pada akhir tahun anggaran maka semakin baik kinerja pengelolaan keuangan," ungkapnya.
Motivasi untuk Terus Berbenah
Fatoni berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran. Ia juga mendorong terciptanya kompetisi positif antarsatuan kerja dalam menjaga kualitas pelaksanaan anggaran.
"Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada satker kami. Hal ini tentu menjadi penyemangat agar tidak boleh berpuas diri apalagi bersantai atas apa yang telah diraih, mengingat seluruh satker mitra kerja KPPN Jakarta IV sudah mulai berfokus pada IKPA secara keseluruhan dan tidak hanya berpikir realisasi anggaran," ujarnya.
Suasana di ruang workshop tampak khidmat. Para pegawai Ditjen Bina Keuda yang hadir tampak antusias menerima penghargaan satu per satu. Di sudut ruangan, deretan piagam dan plakat berjejer rapi di atas meja panjang, menjadi bukti nyata dari kerja keras yang telah dilakukan selama setahun penuh.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.988 per Dolar AS di Tengah Tekanan Inflasi AS yang Mereda
Harga Emas Pulih Ditopang Data Inflasi AS, Namun Ketegangan di Selat Hormuz Batasi Kenaikan
Willy Aditya Luncurkan Pojok Baca dan Bagikan Buku Harian untuk Petugas DPR
Wall Street Variatif di Tengah Sinyal Bertolak Belakang dari Micron dan Apple