Pemprov Papua Perkuat Hilirisasi Perikanan dengan Infrastruktur Rantai Dingin dan Kampung Nelayan Terpadu

- Senin, 29 Juni 2026 | 03:25 WIB
Pemprov Papua Perkuat Hilirisasi Perikanan dengan Infrastruktur Rantai Dingin dan Kampung Nelayan Terpadu
PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Papua memperkuat program hilirisasi perikanan melalui pembangunan infrastruktur rantai dingin dan kawasan terpadu Kampung Nelayan Merah Putih. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil laut, menjaga kualitas ikan, serta memperbaiki tata niaga melalui pembentukan koperasi nelayan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Iman Djuniawal, menyampaikan hal tersebut di Jayapura pada Senin, 29 Juni 2026.

Infrastruktur Rantai Dingin Jadi Prioritas

Iman menjelaskan bahwa fluktuasi produksi akibat cuaca dan perubahan iklim masih menjadi tantangan utama bagi nelayan Papua. Untuk mengatasinya, pemerintah membangun sarana cold storage dan pabrik es sebagai bagian dari sistem rantai dingin (cold chain system). “Karena itu, dibutuhkan dukungan sarana seperti pabrik es dan cold storage agar kualitas ikan tetap terjaga hingga ke pasar,” tegas Iman dalam keterangan tertulisnya. Dengan infrastruktur ini, mutu hasil tangkapan diharapkan tetap optimal sehingga memiliki daya saing tinggi di pasar yang lebih luas. Suhu penyimpanan yang stabil menjadi kunci agar ikan tidak cepat rusak sebelum didistribusikan.

Kampung Nelayan Merah Putih sebagai Pusat Kegiatan Terpadu

Pemerintah juga menginisiasi proyek Kampung Nelayan Merah Putih yang dirancang sebagai pusat kegiatan perikanan terintegrasi. Kawasan ini menyatukan seluruh lini usaha dari hulu ke hilir secara efisien. Mulai dari proses pendaratan kapal, penyimpanan hasil tangkapan, pengolahan produk, hingga skema pemasaran, semuanya direncanakan berlangsung dalam satu ekosistem. Pendekatan ini diyakini mampu memangkas biaya logistik dan mempercepat distribusi.

Koperasi Nelayan untuk Memperkuat Posisi Tawar

Tak hanya infrastruktur fisik, pemerintah daerah juga membenahi sektor tata niaga dengan membentuk koperasi nelayan. Lembaga ekonomi ini diharapkan menjadi jembatan antara nelayan dan pasar. “Dengan hadirnya koperasi nelayan yang ada nantinya diharapkan berperan sebagai penghubung antara nelayan dan pasar sehingga terdapat kepastian pembelian hasil tangkapan masyarakat pesisir,” kata Iman. Koperasi ini diproyeksikan mampu memotong rantai distribusi yang selama ini terlalu panjang. Dengan begitu, posisi tawar nelayan di pasar meningkat dan keuntungan yang diterima lebih adil.

Optimisme terhadap Sektor Kelautan sebagai Motor Ekonomi

Melalui integrasi sarana fisik dan kelembagaan ekonomi, Pemprov Papua optimistis sektor kelautan dapat menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Harapannya, taraf hidup masyarakat pesisir meningkat secara berkelanjutan. “Pembangunan sektor perikanan tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga harus membangun mata rantai usaha secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar potensi perikanan Papua dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkas Iman.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar