PARADAPOS.COM - Pemerintah menargetkan pemangkasan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari 1.077 entitas bisnis menjadi sekitar 250 perusahaan. Langkah ini dinilai mampu menghasilkan penghematan hingga Rp50 triliun per tahun bagi Danantara, induk usaha BUMN. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, usai audiensi dengan Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026.
Efisiensi dari Perampingan dan Transaksi Berlapis
Dony Oskaria menjelaskan secara rinci sumber penghematan tersebut. Menurutnya, angka Rp50 triliun berasal dari akumulasi kerugian perusahaan-perusahaan BUMN yang mencapai sekitar Rp20 triliun. Selain itu, efisiensi juga didapat dari penghapusan transaksi berlapis antara perusahaan induk, anak usaha, hingga perusahaan di bawahnya, yang nilainya mencapai Rp30 triliun.
"Rp50 triliun ya. Itu kan clear. Rp50 triliun itu artinya kan total akumulasi kerugian anak-anak kita itu Rp20 triliun. Ditambah dengan transaksi layering center company transactionnya, inefisiensinya itu Rp30 triliun," jelasnya di hadapan awak media.
Target Rampung Tahun Ini
Proses streamlining atau perampingan BUMN ditargetkan selesai pada tahun 2026 ini. Dony menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menciptakan tata kelola bisnis perusahaan plat merah yang lebih sehat dan optimal.
"Dan itu tentu prosesnya sebagaimana sudah beberapa kali saya sampaikan, untuk membuat perusahaan-perusahaan kita ini menjadi lebih sehat, lebih kuat, dan lebih baik. Dan tidak ada lagi perusahaan-perusahaan yang nanti skala-nya lebih kecil, yang tidak memberikan dampak besar," ujarnya.
Target Pajak dan Laba BUMN
Lebih lanjut, Dony menyebut bahwa BUMN yang sehat akan memberikan manfaat besar bagi negara. Tahun ini, target penerimaan pajak dari BUMN mencapai Rp625 triliun, ditambah dengan target laba sekitar Rp360 triliun.
"Target pajak saja dari seluruh BUMN kepada negara tahun ini itu kurang lebih Rp625 triliun setahun. Tambah lagi dengan laba kita, Insya Allah mudah-mudahan laba kita tahun ini itu Rp360 triliun. Jadi saya rasa ini juga perlu diapresiasi, tapi tetap perlu dikritisi. Bagus dikritisi, tetapi juga yang bagusnya diapresiasi juga. Supaya teman-teman yang bekerja itu termotivasi juga," tambah Dony.
Suasana di ruang audiensi KPK sore itu tampak serius namun tetap cair. Dony yang mengenakan setelan gelap terlihat antusias memaparkan peta jalan transformasi BUMN kepada jajaran pencegahan korupsi. Ia berharap, dengan tata kelola yang lebih ramping, potensi kebocoran dan inefisiensi bisa diminimalkan secara signifikan.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
10 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Masih Layak Dibeli di 2025
Pemadaman Listrik Ganggu Aktivitas Ekonomi, Genset Jadi Solusi Strategis Jaga Operasional Bisnis
Danantara Siap Serahkan Data BUMN Merugi ke KPK, Penutupan Perusahaan Tak Hapus Kesalahan Pengelola
Bocah 4 Tahun Tewas Terperosok ke Lubang Proyek Lapangan Futsal di Tebet, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian