Andoni Iraola Resmi Tinggalkan Bournemouth, Fabrizio Romano Konfirmasi Bakal Jadi Manajer Liverpool

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:50 WIB
Andoni Iraola Resmi Tinggalkan Bournemouth, Fabrizio Romano Konfirmasi Bakal Jadi Manajer Liverpool
PARADAPOS.COM - Andoni Iraola Sagarna, pelatih asal Basque, Spanyol, resmi meninggalkan Bournemouth setelah tiga musim menukangi The Cherries. Kabar mengejutkan datang dari jurnalis sepak bola Fabrizio Romano yang menyebutkan bahwa Iraola akan menjadi manajer Liverpool berikutnya, menggantikan Arne Slot. Keputusan ini disebut sudah final dan tinggal menunggu proses formal. Selama membesut Bournemouth, Iraola berhasil membawa tim ke posisi keenam klasemen akhir Liga Inggris, nyaris mengantarkan mereka ke Liga Champions andai Aston Villa tak berada di posisi kelima.

Kepastian dari Fabrizio Romano

"Andoni Iraola, dipastikan akan menjadi manajer Liverpool berikutnya seperti yang diungkap tadi pagi! Negosiasi akan berjalan cepat untuk menyelesaikan proses formalnya, namun keputusan Liverpool sudah final. Iraola akan menjadi manajer berikutnya," ujar Fabrizio Romano, Sabtu, 30 Mei 2026. Pernyataan ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola, mengingat reputasi Romano sebagai sumber yang jarang meleset dalam urusan transfer dan pergantian pelatih.

Perjalanan Karier Sebelum Bournemouth

Sebelum menapaki karier di Liga Inggris, Iraola telah malang melintang melatih beberapa klub. Ia pernah menukangi Rayo Vallecano, CD Mirandes, dan AEK Larnaca. Catatan statistik menunjukkan bahwa selama 313 pertandingan sebagai pelatih, ia memiliki persentase kemenangan 36,74 persen, atau menang 115 kali dari total 313 laga. Angka ini bukanlah rekor buruk, terutama jika mengingat ia lebih sering menangani tim-tim semenjana yang tidak diunggulkan.

Gaya Bermain yang Cocok untuk Liga Premier

Gaya permainan Bournemouth di bawah asuhan Iraola dinilai sangat cocok dengan karakter keras Liga Premier. Strateginya berpusat pada tekanan tinggi dan permainan cepat serta langsung saat menguasai bola. Ia kerap menginstruksikan pemainnya untuk merebut bola di area tinggi lapangan, lalu menggabungkannya dengan serangan cepat menuju gawang lawan. Dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports pada tahun 2024, Iraola menjelaskan filosofinya. "Hal pertama yang kami coba lakukan ketika merebut bola adalah mengoper ke pemain nomor sembilan. Karena biasanya saat itulah lawan kurang berada di posisi yang baik dan Anda dapat menemukan ruang yang lebih baik," tuturnya.

Memaksimalkan Potensi Pemain

Tak hanya soal taktik, kemampuan Iraola dalam mengeluarkan potensi terbaik pemain juga patut diacungi jempol. Sejak Bournemouth mencuri perhatian publik, pemain-pemain pilarnya kerap dibajak tim-tim besar. Dominic Solanke, misalnya. Striker yang sempat dicap gagal di Chelsea dan Liverpool itu menjelma menjadi mesin gol The Cherries. Ia kemudian dibeli Tottenham dengan mahar £65 juta, atau setara dengan sekitar Rp1,3 triliun. Musim ini, empat pilar lini belakang musim lalu—Dean Huijsen, Milos Kerkez, Illia Zabarnyi, dan Kepa Arrizabalaga—pergi dari Vitality Stadium di bursa transfer musim panas. Antoine Semenyo menyusul di bursa transfer musim dingin. Meski skuadnya dipreteli, Bournemouth tetap mampu finis di peringkat keenam klasemen akhir Liga Inggris.

Capaian Bersama Bournemouth

Finis di posisi keenam merupakan muara dari penampilan apik anak asuh Iraola. Berikut rincian capaian mereka hingga 18 April 2026:
  • 18 pertandingan Liga Premier tanpa terkalahkan. Ini menjadi rekor tak terkalahkan terpanjang oleh tim mana pun di liga utama musim ini.
  • Sejak Iraola datang, Bournemouth memiliki jumlah tembakan terbanyak (119) dari serangan balik cepat dalam pertandingan Liga Premier. Catatan ini hanya kalah dari Liverpool (148) dan Chelsea (121).
  • Peringkat kelima untuk perebutan bola tinggi, yakni merebut bola dalam jarak 40 meter dari gawang lawan.
  • Peringkat ketiga untuk perebutan bola tinggi yang berujung pada tembakan.
  • Peringkat keempat untuk perebutan bola tinggi yang berujung pada gol.
Musim ini, dari 38 pertandingan, Iraola berhasil menang 13 kali, imbang 18 kali, dan hanya kalah 7 kali. Jumlah poin per pertandingan musim ini mencapai 1,46, dengan persentase kemenangan 33,33 persen. Rata-rata gol yang dicetak per pertandingan adalah 1,49, sementara rata-rata gol kemasukan per pertandingan adalah 1,44.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar