KPK Tangkap Bupati Kuansing dan Istri Siri dalam OTT Dugaan Suap dan Jual-Beli Jabatan

- Kamis, 02 Juli 2026 | 00:25 WIB
KPK Tangkap Bupati Kuansing dan Istri Siri dalam OTT Dugaan Suap dan Jual-Beli Jabatan
PARADAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengamankan sejumlah pejabat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap dan jual-beli jabatan. Dari sepuluh orang yang diamankan, salah satu figur yang mencuri perhatian adalah Suci Nitia Edward, yang dikenal sebagai istri siri Bupati Suhardiman Amby. Perempuan yang dulunya hanya seorang tenaga honorer di Sekretariat DPRD Provinsi Riau ini kini harus berurusan dengan penyidik di Gedung Merah Putih. Operasi senyap yang berlangsung pada malam hari itu sekaligus membuka tabir hubungan personal dan dugaan aliran dana yang melibatkan lingkaran terdekat sang bupati.

Dari Honorer Menjadi Istri Siri

Pada 2017, Suci Nitia Edward, atau yang akrab disapa SC, bekerja sebagai tenaga honorer di Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Ia ditempatkan di Fraksi Hanura. Di fraksi yang sama, duduk Suhardiman Amby, politisi yang kemudian menjadi Bupati Kuansing. Dari urusan administrasi, hubungan mereka perlahan berubah menjadi urusan pribadi. Hingga akhirnya, keduanya menjalani pernikahan siri yang tidak tercatat di KUA dan tanpa sepengetahuan istri pertama, Hj. Yulia Herman.

Drama Rumah Tangga yang Mencuat ke Publik

Tahun 2018 menjadi titik panas. Hj. Yulia Herman diketahui mendatangi kediaman Suci. Peristiwa itu sontak menjadi perbincangan warga. Dari sekadar bisik-bisik tetangga, kisah ini perlahan naik kasta menjadi semacam legenda lokal yang tak pernah benar-benar padam. Setelah itu, SC memilih hidup di balik sorotan. Ia tinggal di kediaman pribadi sang bupati di Desa Pulau Panjang Hulu, Kecamatan Inuman. Dalam setiap acara resmi pemerintahan, yang mendampingi tetaplah istri pertama. SC lebih banyak berada di bayang-bayang. Namun, dari informasi yang berkembang dalam perkara yang kini ditangani penyidik, ia disebut sebagai sosok yang dipercaya membantu komunikasi dengan kontraktor dan proyek-proyek penting. Sebuah peran yang tak terlihat di struktur organisasi, namun memiliki pengaruh yang kuat.

Malam yang Mengubah Segalanya

Operasi tangkap tangan KPK berlangsung cepat. SC ikut diamankan bersama sepuluh orang lainnya. Sebelumnya, Bupati dan Sekretaris Daerah sempat tidak berada di lokasi, namun akhirnya menyerahkan diri pada malam yang sama. Mereka semua kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan aliran dana dalam kasus suap dan jual-beli jabatan. Perjalanan hidup SC memang penuh liku. Dari tenaga honorer, menjadi istri siri seorang bupati, lalu mendadak menjadi sorotan nasional karena terseret OTT KPK. Kariernya melesat vertikal, namun bukan ke panggung penghargaan, melainkan ke ruang pemeriksaan.

Harapan di Tengah Praduga

Yang membuat publik geleng-geleng kepala bukan sekadar kisah pribadi, melainkan dugaan korupsi yang kembali mencuat. Uang rakyat diduga menjadi korban. Jabatan diduga berubah menjadi komoditas. Kuansing seolah berada dalam siklus yang tak kunjung usai. Bupati berganti, cerita hebohnya tetap langganan. Pacu jalur semangatnya mendayung ke depan, sementara sebagian elite malah sibuk mendayung perahu kepentingannya sendiri. Perlu ditegaskan, semua pihak yang diperiksa tetap berhak atas asas praduga tak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Biarlah pengadilan yang menentukan siapa bersalah dan siapa tidak. Sementara rakyat hanya berharap satu hal: cukuplah jalan berlubang, jangan lagi integritas pemerintahan ikut berlubang. Sebab jika amanah terus dijadikan proyek keluarga, jangan heran jika setiap musim politik, yang panen bukan padi, melainkan operasi tangkap tangan. Kuansing pantas dikenal karena pacu jalurnya, bukan karena antrean pejabatnya menuju ruang pemeriksaan KPK.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler