Kebakaran TPA Jatiwaringin Terus Berlangsung, Cuaca Kering Hambat Modifikasi Hujan Buatan

- Kamis, 02 Juli 2026 | 01:50 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Terus Berlangsung, Cuaca Kering Hambat Modifikasi Hujan Buatan
PARADAPOS.COM - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih terus berlangsung hingga awal Juli 2026. Cuaca menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman, karena potensi hujan yang rendah membuat teknologi modifikasi cuaca (TMC) sulit diterapkan dalam beberapa hari ke depan. Saat ini, petugas mengandalkan penyiraman secara konvensional dan bantuan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses dari darat. Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II, Hartanto, serta Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, turut memantau perkembangan situasi di lapangan.

Cuaca Jadi Penghalang Utama Modifikasi Cuaca

Hartanto, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan dinamika atmosfer belum menunjukkan pertumbuhan awan hujan yang memadai. Kondisi ini membuat pelaksanaan TMC masih kecil kemungkinannya dalam waktu dekat. "Sampai beberapa hari ke depan peluangnya masih kecil untuk dilakukan modifikasi cuaca, sehingga dilakukan upaya lain untuk pemadaman di lokasi," kata Hartanto, Rabu, 1 Juli 2026. Ia menambahkan, tim BMKG akan terus memonitor kondisi atmosfer setiap hari. Jika nantinya muncul potensi pertumbuhan awan yang cukup, koordinasi akan segera dilakukan untuk mendukung penyemaian awan. "Kondisi tersebut akan dimonitor secara rutin setiap hari, modifikasi cuaca dilakukan jika potensi pertumbuhan awan meningkat dan memungkinkan untuk dilakukan penyemaian," jelas Hartanto. Selama cuaca belum mendukung, pemadaman akan lebih mengandalkan metode konvensional. Helikopter water bombing menjadi andalan untuk menjangkau titik api di area yang sulit dilalui kendaraan darat.

BNPB Siagakan Dua Unit TMC dan Helikopter Water Bombing

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan dua unit Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai langkah antisipasi. Langkah ini baru akan diaktifkan jika kondisi atmosfer memungkinkan untuk dilakukan penyemaian awan. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menegaskan bahwa pelaksanaan TMC membutuhkan dukungan cuaca yang sesuai serta koordinasi erat dengan BMKG. "BNPB juga akan menyiagakan 2 unit teknologi modifikasi cuaca (TMC). TMC itu kan modifikasi cuaca. Sehingga saya perlu ada awan untuk menebar garam ke lokasi kebakaran. Ini perlu juga berkoordinasi dengan BMKG," ujar Djohan. Selain TMC, BNPB juga mengerahkan dua unit helikopter water bombing yang saat ini sudah berada di Bandara Pondok Cabe. Helikopter tersebut akan dilengkapi dengan bucket untuk mengambil air dari danau di dekat lokasi TPA. "Diperbantukan 2 unit heli water bombing yang saat ini sudah ada di Bandara Pondok Cabe. Nantinya di Pondok Cabe itu akan dipasang bucket untuk ngisi airnya. Jadi di sebelah sini (TPA Jatiwaringin) juga terdapat danau. Jadi, bisa cepat," kata Djohan.

Tantangan di Lapangan: Angin Kencang dan Asap Tebal

Proses pemadaman di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Angin kencang dan kepulan asap tebal menjadi tantangan utama bagi petugas di lokasi kebakaran. "Mudah-mudahan ini bisa dipercepat lagi helikopter water bombing merapat ke lokasi TPA," ucap Djohan. Kondisi tumpukan sampah yang labil juga membuat kendaraan pemadam kesulitan menjangkau pusat kebakaran. Oleh karena itu, operasi water bombing dari udara menjadi solusi utama untuk mengendalikan kobaran api yang terus meluas.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar