PARADAPOS.COM - Hujan deras yang dipicu oleh Topan Maysak memicu banjir besar di wilayah otonomi Guangxi Zhuang, Tiongkok Selatan. Bencana ini mengakibatkan jebolnya sejumlah waduk dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari siaran langsung, genangan air setinggi beberapa meter merendam pemukiman dan infrastruktur kota, sementara tim penyelamat dikerahkan untuk melakukan evakuasi darurat.
Dampak Banjir dan Evakuasi Massal
Rekaman dari lokasi kejadian di Kota Hezhou memperlihatkan air banjir berwarna cokelat pekat yang menggenangi jalan-jalan utama, taman kota, serta merendam bangunan dan kendaraan hingga ke atapnya. Suasana mencekam terlihat jelas saat petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat berusaha bergerak melalui genangan menggunakan perahu karet dan kendaraan darurat. Prioritas utama pemerintah setempat saat ini adalah upaya penyelamatan dan relokasi warga yang terdampak.
"Pihak berwenang mengatakan 48.000 orang telah dievakuasi dengan upaya penyelamatan dan relokasi yang menjadi prioritas utama," demikian pernyataan resmi yang dikutip dalam pemberitaan.
Waduk Jebol dan Korban Jiwa
Bencana ini menelan korban jiwa. Dua orang dilaporkan tewas setelah tanggul Waduk Liuyuan dan Waduk Yunbiao jebol diterjang tekanan air. Sementara itu, air juga meluap deras melewati penghalang di Waduk Liuwang, menambah luas area yang terendam. Kondisi ini mempersulit akses tim penyelamat ke beberapa titik yang masih terisolasi.
Kronologi Cuaca Ekstrem
Sebelum banjir besar terjadi, hujan lebat telah mengguyur wilayah Guangxi sejak 3 Juli. Curah hujan ekstrem ini merupakan dampak dari pergerakan Topan Maysak yang melintasi Laut China Selatan. Badai tersebut membawa serta massa udara lembab yang kemudian memicu hujan deras secara terus-menerus di sepanjang pesisir selatan Tiongkok.
Otoritas meteorologi Tiongkok sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini. Mereka memprediksi bahwa badai akan membawa hujan lebat ke provinsi Hainan, Guangdong, dan Guangxi. Meskipun Topan Maysak diperkirakan akan melemah setelah mencapai daratan, para ahli memperingatkan bahwa potensi hujan lebat masih akan terus berlanjut di seluruh wilayah Guangxi dalam beberapa hari ke depan. Hal ini meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan dan tanah longsor.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Wamen HAM Apresiasi Kinerja TNI-Polri di Papua yang Dinilai Berlandaskan HAM
273.158 Wisatawan Padati Pantai Anyer dan Cinangka Selama Libur Sekolah
Mendagri Tito Karnavian Serahkan Mobil Damkar Fire Hawk ke Bener Meriah untuk Dukung Layanan Darurat Pascabencana
Mulai Juli 2026, 850 Ribu Ojol Resmi Berstatus Pelaku UMKM dengan Potongan Tarif Maksimal 8 Persen