PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 7 Juli 2026, mencatatkan kenaikan 17,50 poin atau 0,30 persen ke level 5.933,57. Momentum ini menjadi sinyal positif setelah indeks berhasil ditutup hijau pada sesi sebelumnya, meskipun aktivitas perdagangan masih terbatas dan investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut menguat 1,60 poin atau 0,27 persen ke posisi 586,08.
Technical Rebound Masih Berlanjut di Tengah Keterbatasan Transaksi
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG sukses menguat 0,69 persen ke level 5.916,07. Kenaikan ini terutama ditopang oleh aksi technical rebound, yakni koreksi wajar setelah tekanan jual beberapa hari terakhir. Namun, euforia penguatan ini belum sepenuhnya diikuti oleh lonjakan volume transaksi.
Nilai transaksi tercatat sekitar Rp9,5 triliun. Sementara itu, data menunjukkan investor asing masih melakukan net foreign sell sebesar Rp163 miliar di pasar reguler. Kondisi ini menggambarkan bahwa pelaku pasar masih cenderung menerapkan strategi wait and see, menunggu kejelasan sentimen ekonomi domestik dan global sebelum mengambil posisi lebih agresif.
Data Ekonomi Jadi Penentu Arah Pergerakan IHSG
Ke depan, pergerakan IHSG dalam jangka pendek diprediksi akan sangat bergantung pada rilis sejumlah data ekonomi. Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, salah satu perhatian utama investor adalah data cadangan devisa Indonesia yang diproyeksikan meningkat menjadi sekitar USD145 miliar.
Selain data domestik, pasar global juga tengah menanti risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Dokumen tersebut akan dicermati untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), yang selama ini menjadi salah satu variabel utama pergerakan modal asing di pasar emerging market.
"Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan technical rebound selama bertahan di atas support 5.735, dengan target menguji resistance psikologis 6.000," jelas tim riset tersebut.
Artikel Terkait
BTN Raih Lima Penghargaan Internasional Usai Percepat Transformasi di Bawah Danantara
BPOM Tinjau Pusat Distribusi APL di Cikarang, Sorot Inovasi Digital dan Keberlanjutan
Cadangan Devisa Indonesia Naik Tipis ke USD145,6 Miliar pada Juni 2026
Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp353,5 Triliun, Serap 266 Ribu Tenaga Kerja