Ruang Digital Dinilai Jadi Sarana Strategis Perkuat Eksistensi Budaya Indonesia di Kancah Global

- Selasa, 07 Juli 2026 | 05:51 WIB
Ruang Digital Dinilai Jadi Sarana Strategis Perkuat Eksistensi Budaya Indonesia di Kancah Global
PARADAPOS.COM - Ruang digital dinilai mampu menjadi sarana strategis untuk memperluas eksistensi budaya Indonesia agar mampu bersaing di kancah global. Pandangan ini mengemuka dalam Webinar Contemporary Digital Culture 2026 yang digelar Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, dengan tema Strategi Komunikasi dan Tantangan Ketahanan Budaya Lokal di Ruang Digital, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026. Kepala Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Prima Mulyasari Agustini, menegaskan bahwa adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci agar budaya lokal tetap hidup.

Ruang Digital sebagai Peluang Baru bagi Budaya Lokal

Menurut Prima, budaya lokal memiliki kemampuan untuk terus hidup apabila mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. "Ruang digital justru membuka peluang," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa platform digital memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia. Sasaran utamanya adalah menjangkau audiens yang jauh lebih luas, tidak terbatas oleh batas geografis.

Strategi Komunikasi yang Tepat

Prima menekankan bahwa teknologi dan budaya dapat tumbuh secara berdampingan, asalkan ada pendekatan yang terencana. "Yang dibutuhkan adalah strategi komunikasi yang tepat agar teknologi dan budaya dapat tumbuh secara berdampingan," ujarnya. Webinar ini menghadirkan dua akademisi dengan rekam jejak kuat di bidang komunikasi dan budaya digital. Pertama, Hany Nurahmawati, seorang praktisi komunikasi yang fokus pada dinamika komunikasi lintas budaya, branding, digital media, serta perubahan perilaku masyarakat dalam ekosistem digital. Kedua, Bambang Sukma Wijaya, pakar branding dan komunikasi pemasaran yang mendalami industri periklanan, perkembangan artificial intelligence, hingga praktik komunikasi modern.

Fenomena Digital yang Mengancam Ruang Publik

Eli Jamilah Miharja, dosen Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, membeberkan bahwa webinar tersebut juga mengulas berbagai fenomena yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari disinformasi, cyberbullying, echo chamber akibat algoritma media sosial, hingga menurunnya kualitas ruang publik digital. Para narasumber sepakat bahwa literasi digital harus menjadi fondasi utama. Tujuannya adalah membangun masyarakat yang kritis, inklusif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi. "Karena itu, pendekatan akademik melalui riset menjadi penting agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab tanpa mengikis nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa," jelas Eli.

Diskusi Dua Sesi dan Target Peserta

Diskusi dalam webinar dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama membahas komunikasi lintas budaya dan branding di era AI. Sesi kedua menyoroti perubahan perilaku masyarakat digital serta strategi mempertahankan identitas budaya Indonesia di tengah arus globalisasi. Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie menargetkan sekitar 200 peserta. Mereka terdiri dari mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi komunikasi, pegiat budaya, dan masyarakat umum. Melalui forum ini, universitas berharap dapat memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi. Tujuannya adalah menghasilkan rekomendasi berbasis riset yang mampu menjawab berbagai tantangan komunikasi di era digital. Webinar Contemporary Digital Culture 2026 menjadi bagian dari komitmen Universitas Bakrie dalam menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang relevan dengan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan literasi digital dan ketahanan budaya Indonesia.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar