Anak Menteri Keuangan Diduga Pamer Taruhan di Platform Judi yang Diblokir, KPK Didorong Turun Tangan

- Selasa, 07 Juli 2026 | 03:00 WIB
Anak Menteri Keuangan Diduga Pamer Taruhan di Platform Judi yang Diblokir, KPK Didorong Turun Tangan

PARADAPOS.COM - Jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan Instagram Story dari akun @bc.8a41121a yang diduga kuat milik anak Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam tangkapan layar yang kini beredar luas di platform X, Instagram, dan Threads, terlihat grafik aktivitas dari platform prediksi Polymarket pada laga Piala Dunia antara Brasil vs Norwegia. Unggahan tersebut disertai narasi, “Eh buset dah wkwkwk menang banyak nih.”

Polymarket sendiri merupakan platform yang telah resmi diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) karena terindikasi memuat unsur perjudian dan tidak terdaftar secara resmi. Tak heran, unggahan ini langsung memicu reaksi keras dari publik dan pengamat.

Reaksi Publik: Kekecewaan dan Sindiran Tajam

Pantauan di media sosial memperlihatkan kekecewaan yang mendalam dari netizen. Akun X @suarawargatxt, misalnya, menyayangkan aksi pamer tersebut. “Masa taruhan bola, terang-terangan dishare di story Kalo ditiru anak-anak bangsa lain gimana? Baru kali ini ada anak menteri terang-terangan share judi bola dipolymarket 🤣 Bukannya diindo judi ilegal,” tulisnya sembari melampirkan bukti grafis pertandingan.

Di kolom komentar Instagram, sindiran tak kalah tajam bermunculan. Akun @dark_devil_freedom menulis, “ANAK SPECIAL MAH BEDA MALAH MAIN PARLAY.” Sementara itu, akun @apratamaa516 secara gamblang menyebut, “Anaknya Mentri keuangan main judol coy.”

Netizen lain seperti @die4mess666 mengingatkan dampak buruk bagi pengikutnya. “Bang yud jangan semua dimasukin ke sosmed, inget lu tuh punya followers banyak, manfaatkan untuk edukasi aja,” ujarnya.

Celah Taruhan yang Rawan Disalahgunakan

Celah taruhan pada pasar prediksi Polymarket ini dinilai publik rawan disalahgunakan. Beberapa netizen bahkan menyamakan pola ini dengan kasus Robot trading saham milik sejumlah artis besar seperti RA, AH, dan nama-nama lain yang sempat ramai dibahas di berbagai media nasional. Dalam kasus tersebut, figur publik diduga “menjual” popularitas demi menarik simpati masyarakat ke dalam aktivitas finansial berisiko tinggi.

Desakan dari Aktivis: KPK Diminta Turun Tangan

Merespons kegaduhan ini, Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah) sekaligus aktivis dan pengamat hukum, Edison Tamba atau yang akrab disapa Edoy, memberikan pandangan yang sangat keras. Ia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan investigasi dan mengusut tuntas kabar ini.

“KPK harus tegas dan segera turun tangan. Harus diusut secara transparan apakah ada aliran dana anak pejabat yang diduga sengaja digunakan untuk aktivitas perjudian atau Story di media sosialnya itu sengaja diunggah untuk mempromosikan platform Polymarket ini,” ucapnya.

“Status sebagai anak pejabat sama sekali bukan halangan bagi penegak hukum untuk bertindak tegas demi menjaga integritas instansi negara,” lanjut Edoy.

Selain mendesak KPK, Edoy juga meminta Komdigi untuk tidak tinggal diam. Ia meminta lembaga tersebut segera memeriksa dugaan unggahan story tersebut, mengingat tindakan mempromosikan atau mempermudah akses publik terhadap aktivitas perjudian elektronik dapat dijerat sanksi pidana yang sangat berat.

Jerat Hukum yang Mengancam

Di Indonesia, segala bentuk perjudian, baik konvensional maupun digital, dilarang keras secara hukum. Jika terbukti benar menunjukkan aktivitas bertaruh, tindakan tersebut berpotensi melanggar beberapa pasal krusial. Pertama, Pasal 303 KUHP atau Pasal 426 UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) yang mengatur tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda materiil yang berat. Kedua, UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terkait penyebaran muatan perjudian secara elektronik di media sosial, pelaku dapat dijerat sanksi pidana penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Konfirmasi Belum Diperoleh

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melalui pesan singkat WhatsApp terkait unggahan anak laki-lakinya itu. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan respons resmi. Publik pun kini diminta untuk sabar menunggu kejelasan dan klarifikasi resmi di tengah riuhnya ruang digital.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags