BPOM Tinjau Pusat Distribusi APL di Cikarang, Sorot Inovasi Digital dan Keberlanjutan

- Selasa, 07 Juli 2026 | 04:00 WIB
BPOM Tinjau Pusat Distribusi APL di Cikarang, Sorot Inovasi Digital dan Keberlanjutan
PARADAPOS.COM - Jakarta, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), bagian dari jaringan Zuellig Pharma, baru-baru ini menerima kunjungan dari delegasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di pusat distribusi nasional mereka di Cikarang. Kunjungan ini dirancang untuk mempererat kerja sama antara regulator dan industri dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan, sekaligus memamerkan sejumlah program keberlanjutan yang dijalankan APL. Dalam agenda tersebut, delegasi BPOM meninjau langsung fasilitas distribusi berteknologi tinggi yang beroperasi sesuai standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), serta mendengar paparan mengenai penerapan sistem barcode 2D yang telah diselaraskan dengan ketentuan BPOM.

Meninjau Fasilitas dan Inisiatif Hijau

Selain mengecek kepatuhan operasional, rombongan BPOM juga menyempatkan diri mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) milik APL. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk bertransisi menuju operasional yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam pemakaian energi. Suasana kian semarak ketika kunjungan diakhiri dengan kegiatan penanaman pohon, sebuah simbol komitmen bersama antara BPOM dan APL dalam menjaga kelestarian alam serta membangun masa depan yang berkelanjutan. Christophe Piganiol, Presiden Direktur APL, mengaku bangga bisa menerima kunjungan tersebut. Menurutnya, momen ini menegaskan betapa pentingnya kolaborasi erat antara regulator dan pelaku industri untuk menciptakan ekosistem kesehatan yang dapat dipercaya. “Kami terus berkomitmen untuk menjalankan keunggulan operasional sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap aspek operasional kami. Bagi kami, meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan juga berarti memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” tegas dia.

Peran BPOM dalam Akses Terapi Inovatif

APL sendiri terus mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap produk-produk kesehatan inovatif. Hal ini didukung oleh kapabilitas perusahaan di bidang distribusi, komersialisasi, hingga dukungan uji klinis. Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah Tirzepatide, agonis reseptor ganda yang menggabungkan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide) dan GLP-1 (glucagon-like peptide-1). Terapi ini dianggap sebagai langkah baru dalam penanganan diabetes melitus tipe 2 dan obesitas. Dalam hal ini, BPOM memegang peran krusial untuk mempercepat akses pasien terhadap Tirzepatide melalui mekanisme percepatan registrasi. Dengan proses yang efisien, BPOM memungkinkan terapi baru ini hadir di Indonesia tanpa mengorbankan standar keamanan, mutu, dan integritas klinis. Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, menekankan pentingnya kepatuhan dan sinergi dalam penyelenggaraan layanan kesehatan. “Regulator dan industri merupakan mitra strategis yang memiliki tujuan bersama untuk memastikan ketersediaan produk kesehatan yang aman, berkhasiat, dan bermutu bagi masyarakat. Kami mengapresiasi komitmen APL dalam menjaga standar tinggi distribusi produk kesehatan, menghadirkan terapi-terapi inovatif di Indonesia, serta mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional perusahaan. Praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan tidak hanya memperkuat ketahanan operasional perusahaan, tetapi juga mendukung penguatan ekosistem kesehatan Indonesia dalam jangka panjang,” jelas dia.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini