Didier Deschamps Tutup Era 14 Tahun sebagai Pelatih Prancis Usai Kekalahan Dramatis dari Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026

- Minggu, 19 Juli 2026 | 04:25 WIB
Didier Deschamps Tutup Era 14 Tahun sebagai Pelatih Prancis Usai Kekalahan Dramatis dari Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026
PARADAPOS.COM - Didier Deschamps resmi mengakhiri perjalanannya sebagai pelatih Timnas Prancis setelah Les Bleus menelan kekalahan dramatis 4-6 dari Inggris dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Minggu, 19 Juli 2026. Laga tersebut menjadi penutup pahit bagi karier panjang pelatih berusia 57 tahun itu, yang sebelumnya gagal membawa Prancis ke final setelah dikalahkan Spanyol 0-2 di babak semifinal. Meski sempat tertinggal telak 0-4 di babak pertama, upaya kebangkitan Kylian Mbappe dan kawan-kawan di paruh kedua tak cukup untuk membalikkan keadaan.

Pengakuan Deschamps Usai Laga Terakhir

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Deschamps tidak menampik kesalahan timnya di awal laga. “Kami menjalani babak pertama yang tidak bisa diterima. Itu adalah kesalahan saya,” ujarnya dengan nada datar, mencerminkan kekecewaan yang mendalam. Ia kemudian menambahkan, “Kami datang dengan ambisi besar. Kami gagal saat melawan Spanyol, tetapi tim ini memiliki kualitas. Secara manusiawi, ini adalah perjalanan yang indah.” Pertandingan ke-185 bagi Deschamps bersama timnas itu berlangsung sengit. Inggris unggul cepat melalui serangan bertubi-tubi, membuat Prancis harus mengejar ketertinggalan sejak menit awal. Babak kedua menjadi saksi kebangkitan singkat Les Bleus, namun waktu tak cukup untuk menyamakan skor.

Penghormatan dari Federasi Sepak Bola Prancis

Meski gagal membawa pulang medali, kontribusi Deschamps selama 14 tahun tidak dianggap remeh oleh Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). Dalam pernyataan resmi yang dirilis setelah pertandingan, FFF menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. “Terima kasih, Didier,” tulis pernyataan tersebut, menekankan warisan berupa standar tinggi, disiplin, dan semangat kolektif yang ia tanamkan. Sepanjang kariernya sebagai pelatih, Deschamps mencatatkan 120 kemenangan dari 185 pertandingan. Ia sukses membawa Prancis meraih trofi Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League 2021, serta menjadi finalis Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2022. Prestasi itu, menurut FFF, akan meninggalkan jejak sejarah yang tak terlupakan bagi sepak bola Prancis.

Babak Pertama yang Menentukan

Kekalahan dari Inggris menjadi cerminan betapa rapuhnya pertahanan Prancis di babak pertama. Tertinggal 0-4 sebelum turun minum, Deschamps mengakui bahwa strategi awalnya gagal total. Namun, semangat juang para pemain di babak kedua patut diacungi jempol. Mereka mencetak empat gol balasan, meski akhirnya harus mengakui keunggulan Inggris yang lebih klinis di lini depan. Laga perebutan tempat ketiga ini sekaligus menandai akhir era Deschamps. Ia meninggalkan kursi pelatih dengan kepala tegak, meski hasil akhir tidak sesuai harapan. Bagi banyak pengamat, perjalanan ini adalah bukti bahwa sepak bola tak selalu tentang kemenangan, melainkan juga tentang ketangguhan menghadapi kegagalan.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar