PARADAPOS.COM - Basarnas Makassar mengonfirmasi bahwa lima penumpang Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Sabtu. Kelima korban, yang terdiri dari empat perempuan dan satu laki-laki, ditemukan oleh kapal nelayan KMN Sinar Mattoangin 04 di sekitar Pulau Mattalang, Kabupaten Selayar. Mereka bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong (rumah ikan) milik nelayan. Temuan ini mengurangi jumlah penumpang yang masih dalam pencarian dari 25 menjadi 20 orang, sementara total korban selamat dari musibah tersebut kini mencapai 57 orang.
Kronologi Penemuan Korban Selamat
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan penemuan tersebut dari Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang juga Anggota DPR RI, Iwan Darmawan Aras. “Kami menerima kabar lima korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh KMN Sinar Matoanging 04. KN SAR Kamajaya sudah bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan intercept dan mengevakuasi para korban agar segera mendapatkan penanganan medis serta pendataan lebih lanjut,” jelas Arif dalam keterangan resminya.
Kelima penumpang yang berhasil ditemukan itu adalah Sitti Amang (55), Asseng (23), Diska (7), Sri Ardita (17), dan Andi Samad (62). Mereka terlihat mengapung di laut dan bertahan hidup dengan berpegangan erat pada rompong nelayan. Iwan Darmawan Aras menjelaskan bahwa kemampuan para korban untuk bertahan hidup dengan berpegangan pada struktur tersebut menjadi faktor krusial hingga mereka akhirnya terlihat oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi.
“Penemuan ini menjadi penyemangat bagi seluruh unsur SAR gabungan yang masih terus melaksanakan pencarian terhadap korban lainnya. Kami berharap masih ada korban lain yang dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” tuturnya menambahkan.
Proses Evakuasi dan Penanganan Medis
Basarnas Makassar memastikan bahwa proses evakuasi berjalan sesuai prosedur operasional standar. Setelah berhasil dijemput oleh KN SAR Kamajaya, para korban akan segera menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi fisik mereka stabil sebelum akhirnya dipertemukan kembali dengan pihak keluarga yang telah menanti.
Operasi pencarian terhadap korban KM Nurul Salsa tidak berhenti di situ. Tim SAR gabungan terus melanjutkan penyisiran laut dan memantau area-area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban. Analisis arus dan kondisi cuaca menjadi acuan utama dalam menentukan titik-titik prioritas pencarian.
Perkembangan Operasi SAR Hari Keempat
Memasuki hari keempat operasi, data terbaru menunjukkan bahwa dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 52 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan 25 orang lainnya sempat dinyatakan hilang. Dengan ditemukannya lima korban selamat hari ini, jumlah penumpang yang masih dalam proses pencarian kini tersisa 20 orang.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menambahkan bahwa pada hari keempat ini, Basarnas mendapatkan tambahan dukungan armada dan personel yang signifikan. “Kami mendapat tambahan dari Kantor Basarnas Kendari dan Kantor Basarnas Maumere,” ungkapnya.
Tambahan kekuatan itu meliputi KN SAR Pacitan dari Basarnas Kendari dengan Person On Board (POB) sebanyak 28 orang, serta KN SAR Puntadewa dari Basarnas Maumere yang membawa 15 orang personel. Selain itu, Kapal TNI Angkatan Laut juga dikerahkan untuk mengoptimalisasi pencarian di perairan yang luas.
Operasi SAR pada hari keempat melibatkan unsur gabungan yang solid, terdiri dari Basarnas, TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, Pos SAR Selayar, kapal nelayan, serta berbagai instansi terkait. Semua pihak bahu-membahu menyisir lautan dengan harapan masih ada korban lain yang bisa ditemukan dalam keadaan selamat.
Kronologi Tenggelamnya KM Nurul Salsa
Sebagai informasi, KM Nurul Salsa diketahui berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal tersebut membawa total 78 penumpang. Musibah terjadi ketika kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan, tepatnya di posisi perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar. Gangguan mesin tersebut menyebabkan kapal kehilangan kendali dan akhirnya tenggelam.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia pada Juli 2026
KemenPPPA Kawal Pemulihan Dua Anak Korban Kekerasan Seksual yang Hamil di Malang
MCEBI Resmi Buka Studentpreneur Bootcamp 2026 di Malang, Cetak Wirausaha Muda Berkelanjutan
FIFA Evaluasi Sanksi untuk Pemain dan Pelatih yang Kritik Wasit Usai Piala Dunia 2026