Pertemuan PM Jepang Sanae Takaichi dan Donald Trump: Fokus pada Keamanan dan Perdagangan
Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, menghadapi ujian diplomatik pertamanya dalam pertemuan dengan Donald Trump di Tokyo. Pertemuan bilateral ini diprediksi akan membahas hubungan perdagangan dan keamanan antara kedua negara.
Debut Internasional PM Takaichi
Sanae Takaichi, yang baru saja menjadi pemimpin perempuan pertama Jepang setelah memenangkan pemilihan Partai Demokrat Liberal (LDP), memulai debut internasionalnya di KTT ASEAN. Pertemuan dengan Trump ini menjadi momen penting untuk menentukan arah hubungan Tokyo dengan sekutu terdekatnya.
Isu Keamanan dan Pertahanan
Kedua pemimpin memiliki kesamaan pandangan mengenai kekhawatiran terhadap aktivitas militer China di kawasan Asia-Pasifik. Takaichi bertekad mempercepat pembangunan militer terbesar Jepang sejak Perang Dunia II, termasuk menargetkan peningkatan anggaran pertahanan menjadi 2% dari PDB lebih cepat dari rencana awal.
Jepang juga bergerak untuk memperoleh kemampuan serangan balasan dengan rudal jelajah Tomahawk dari AS dan berencana menyebarkan rudal permukaan-ke-kapal tipe 12 yang dikembangkan domestik dengan jangkauan lebih jauh.
Ketegangan Perjanjian Keamanan
Perjanjian keamanan bilateral pascaperang tetap menjadi sumber ketegangan. Trump menyatakan keinginannya agar Jepang membayar lebih banyak biaya untuk penempatan sekitar 60.000 tentara AS, terutama di pulau Okinawa. Selama masa jabatan pertamanya, Trump pernah menyatakan ketidakpuasan terhadap pembagian beban pertahanan ini.
Hubungan Perdagangan
Meskipun Trump telah menurunkan tarif impor mobil Jepang dari 27% menjadi 15%, memberikan kelegaan bagi ekonomi Jepang yang bergantung pada ekspor, Takaichi diperkirakan akan meminta keringanan lebih lanjut. Jepang berencana meningkatkan pembelian truk pikap, kedelai, dan bensin Amerika sebagai bentuk komitmen kerja sama.
Hubungan Personal dan Warisan Diplomatik
Kedekatan pribadi diharapkan dapat menguntungkan Takaichi, yang merupakan penerus mantan PM Shinzo Abe - salah satu pemimpin dunia favorit Trump selama masa jabatan pertamanya. Hubungan dekat Trump dan Abe sebelumnya terjalin melalui kunjungan diplomatik dan permainan golf di Jepang dan Mar-a-Lago.
Artikel Terkait
Kecelakaan Beruntun Tiga Kendaraan di Tol Semarang-Batang, Kerugian Capai Rp 30 Juta
Pelni Balikpapan Tambah Armada dan Frekuensi Layar Antisipasi Mudik Lebaran 2026
Menteri Imipas Salurkan Ribuan Paket Sembako Ramadan di Sumatera Utara
Trump Ancam Serang Lagi Fasilitas Minyak Iran, Teheran Janji Balas