KPK Dipercepat, Penyidikan Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh Diharapkan Terang Benderang
Mantan Penyidik KPK Yudi Purnomo mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mempercepat penyelidikan dugaan mark up proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Yudi berharap kasus yang sedang menyita perhatian publik ini segera menemui kejelasan.
Berdasarkan pengalamannya sebagai mantan penyidik KPK, Yudi menyatakan bahwa pimpinan lembaga antirasuah biasanya akan segera memanggil ketua satgas dan melakukan gelar perkara untuk kasus yang mendapat sorotan masyarakat seperti ini.
"Setidaknya progres report apa yang sudah didapat 10 bulan ini. Kita berharap kasus ini akan terang benderang," ujar Yudi dalam program Interupsi di iNews, Kamis (30/10/2025).
Opsi Penghentian Penyidikan dan Progres KPK
Yudi mengungkapkan bahwa selain dinaikkan ke tahap penyidikan, dugaan mark up proyek Whoosh juga berpotensi dihentikan oleh KPK. Dia mengingatkan contoh penyelidikan lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang telah dihentikan KPK sejak 2023.
Meski demikian, Yudi meyakini penyidik KPK telah mengumpulkan banyak bukti selama 10 bulan penyelidikan, termasuk dokumen penting dan keterangan saksi terkait dugaan mark up proyek kereta cepat tersebut.
"Kita belum tau nih arahnya bagaimana, tapi seperti saya katakan, pasti 10 bulan KPK kaya akan dokumen, keterangan saksi, dan sebagainya. Kita berharap satu bulan ini KPK sudah bisa menyampaikan kepada publik," jelasnya.
Progres Penyidikan Mark Up Whoosh
KPK diketahui telah memulai penyelidikan dugaan mark up proyek Kereta Cepat Whoosh sejak awal 2025. Hingga kini, perkara tersebut belum dinaikkan ke tahap penyidikan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa progres penyelidikan berjalan positif tanpa kendala. "Sejauh ini tidak ada kendala, jadi tahapan di penyelidikan ini masih berprogres secara positif," ucap Budi dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).
Budi menambahkan bahwa KPK tidak dapat membeberkan rincian proses penyelidikan, namun memastikan pihaknya terus memanggil pihak-pihak yang perlu diklarifikasi dalam perkara dugaan mark up proyek kereta cepat Whoosh ini.
Artikel Terkait
Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Imbang Lawan Borneo
Bengkel di Bekasi Perkenalkan Metode Rebuild Total untuk Servis Kaki-Kaki Mobil
Calvin Verdonk Bantu Lille Kalahkan Rennes di Lanjutan Ligue 1
Jadwal Salat dan Imsak Medan 16 Maret 2026, Zakat Fitrah Diingatkan