YouTube Tembus USD 10 Miliar di Kuartal III 2025, Cetak Rekor Baru

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 22:00 WIB
YouTube Tembus USD 10 Miliar di Kuartal III 2025, Cetak Rekor Baru

Pendapatan YouTube Tembus USD 10 Miliar, Cetak Rekor Baru Kuartal III 2025

Pendapatan iklan YouTube berhasil melampaui USD 10 miliar untuk pertama kalinya dalam satu kuartal. Pencapaian gemilang ini mendorong kinerja induk perusahaannya, Alphabet, melampaui ekspektasi analis Wall Street untuk periode Juli hingga September 2025.

Alphabet Lampaui Ekspektasi dengan Pendapatan Tembus USD 100 Miliar

Total pendapatan Alphabet mencapai USD 102,34 miliar, naik 16% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Ini menjadi tonggak sejarah karena Alphabet untuk pertama kalinya melewati angka USD 100 miliar dalam satu kuartal. Laba per saham terdilusi (EPS) juga tercatat naik menjadi USD 2,87, mengungguli proyeksi konsensus Wall Street sebesar USD 2,27.

YouTube TV dan Layanan Berbayar Jadi Penggerak Utama

Pendapatan iklan YouTube menunjukkan pertumbuhan yang solid, meningkat 16% menjadi hampir USD 10,3 miliar. Platform ini terus berkembang berkat layanan berbayarnya. YouTube TV mempertahankan posisinya sebagai tujuan streaming teratas dalam peringkat Nielsen selama 2,5 tahun berturut-turut dan telah mengumpulkan hampir 10 juta pelanggan.

CEO Alphabet, Sundar Pichai, mengungkapkan bahwa YouTube Premium turut mendorong jumlah langganan berbayar melampaui 300 juta secara global. Layanan Google One juga disebut sebagai daya tarik utama lainnya bagi konsumen.

Integrasi AI Gemini dan Sorotan Teknologi Besar

Pichai juga menyoroti integrasi AI Gemini, model bahasa besar perusahaan, yang kini telah terintegrasi ke dalam hasil pencarian Google. Aplikasi Gemini sendiri dilaporkan telah memiliki lebih dari 650 juta pengguna aktif bulanan.

Pencapaian Alphabet ini mencerminkan tren positif di sektor teknologi, di mana investasi besar dalam Kecerdasan Buatan (AI) dan efisiensi biaya mendorong kinerja perusahaan. Sektor ini semakin bersinar dengan diraihnya valuasi USD 5 triliun oleh Nvidia beberapa waktu lalu.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar