Prabowo Kritik Elit Politik Hanya Bisa Nyinyir, Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan 2025
Presiden Prabowo Subianto menyoroti sikap sejumlah elit politik yang dinilainya hanya fokus pada kritik tanpa memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian yang telah diraih bangsa Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara panen raya sekaligus peresmian Swasembada Pangan 2025 di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.
Kritik Terhadap Elit yang Selalu Mengejek
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyebut ada segelintir elit yang pekerjaannya hanya mengejek, menghujat, dan memfitnah prestasi bangsa serta upaya pemerintah.
“Ada elit kita sebagian yang kerjanya hanya ngejek, hujat, fitnah, nyinyir. Tidak ada keberhasilan bangsa Indonesia yang mereka akui. Atlet-atlet kita berjuang, tidak ada mereka ucapkan selamat. Tidak ada mereka menghargai usaha pemerintah," tegas Prabowo.
Prabowo Pertanyakan Motivasi di Balik Sikap Nyinyir
Menurut Prabowo, sikap terus-menerus nyinyir dan menghujat terasa aneh, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang motivasi di baliknya.
"Ini aneh ya. Aneh ini kesehatan jiwa itu agak aneh tapi biarlah tidak ada urusan. Mereka pinter hanya di sosmed, tidak jelas juga itu. Jangan-jangan mereka dibayar,” ujar Presiden.
Keberhasilan Swasembada Pangan Membungkam Keraguan
Prabowo mengungkapkan bahwa sebelumnya banyak tokoh penting yang meragukan kemampuan Indonesia untuk mencapai swasembada pangan.
“Banyak tokoh penting bilang ke saya beberapa bulan lalu, 'Pak Bowo, tidak mungkin swasembada Indonesia itu.' Sungguh ini ngomong ke saya, tidak mungkin swasembada,” tegasnya.
Keraguan itu kini terjawab. Dalam acara tersebut, Prabowo secara resmi mengumumkan bahwa pemerintah berhasil mewujudkan swasembada beras hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Komitmen untuk Swasembada Berkelanjutan
Presiden meyakini ke depan masih akan ada pihak yang meragukan keberlanjutan swasembada ini. Namun, ia berkomitmen penuh untuk membuktikan bahwa Indonesia dapat mempertahankannya.
"Sekarang setelah kita swasembada pangan, 'oh ya tapi paling swasembada pangannya paling setahun dua tahun'," ujarnya menirukan keraguan tersebut.
“Kita buktikan tiap tahun kita buktikan swasembada, swasembada, swasembada. Tidak hanya swasembada beras, jagung, singkong, semuanya kita swasembada," tegas Prabowo menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Partai Prima Tantang NasDem: Jika Naikkan Threshold, Jangan Tanggung-Tanggung
Pengamat Kritik Dukungan Jokowi untuk Revisi UU KPK, Sebut Upaya Lepas Tanggung Jawab
Pengamat Kritik Usulan Naikkan Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
Analis: PSI Perlu Koalisi Strategis untuk Usung Gibran di Pilpres 2029