Gubernur DKI Larang Atribut Partai di Jalan, Gerindra Minta Maaf

- Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50 WIB
Gubernur DKI Larang Atribut Partai di Jalan, Gerindra Minta Maaf

PARADAPOS.COM - Pemasangan bendera dan atribut Partai Gerindra di sejumlah ruas jalan dan flyover di Jakarta memicu sorotan warganet. Sorotan ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Gerindra, menekankan pentingnya menertibkan spanduk dan baliho untuk keindahan kota dalam sebuah rapat koordinasi nasional. Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang pemasangan atribut partai di jalan, sementara admin media sosial Partai Gerindra meminta maaf dan menjelaskan bahwa atribut tersebut terkait perayaan hari jadi partai.

Gubernur DKI Tegaskan Larangan Atribut Partai di Jalan

Pemandangan bendera Partai Gerindra yang terpasang di sejumlah titik seperti Flyover Kuningan dan Slipi menjadi perhatian publik. Atribut partai yang bertebaran ini dinilai ironis dengan seruan Presiden Prabowo untuk menciptakan kota yang lebih rapi.

Merespons hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara tegas melarang praktik pemasangan atribut partai politik di fasilitas umum seperti flyover. Menurutnya, hal tersebut dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan merusak tata kota.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026).

“Saya benar-benar pengen menertibkan, enggak ada lagi di Jakarta yang namanya flyover itu, kalau partai ada acara kemudian masang (atribut) di flyover,” tegasnya.

“Itu mengganggu banget lalu lintas yang ada di Jakarta. Dan itu (penertiban atribut partai) akan kami lakukan,” sambung Pramono.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan arahan presiden. “Arahan bapak presiden 1.000 persen pasti saya jalankan, karena saya memang berkeinginan Jakarta akan menjadi lebih rapi, lebih bersih,” ujarnya.

Tanggapan Partai Gerindra di Media Sosial

Sementara di dunia maya, akun resmi Partai Gerindra tampak aktif menanggapi berbagai komentar warganet yang mempertanyakan keberadaan bendera-bendera partainya. Admin media sosial partai tersebut memberikan penjelasan yang sama di berbagai unggahan yang mengkritik.

Dalam tanggapannya, admin partai menyampaikan permohonan maaf sekaligus konteks di balik pemasangan atribut tersebut.

"Bulan Februari ini partai Gerindra berulang tahun, mohon maaf setelah masa perayaan selesai atribut akan diturunkan," tulis akun resmi Partai Gerindra melalui kolom komentar.

Penjelasan itu merujuk pada hari jadi Partai Gerindra yang ke-18, yang jatuh pada tanggal 6 Februari. Pernyataan tersebut dimaksudkan sebagai klarifikasi bahwa pemasangan atribut bersifat sementara dan terkait momentum perayaan internal partai.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar