Mahfud MD Ungkap Informasi ke Presiden Sering Tak Lengkap, Ini Langkah Prabowo

- Rabu, 04 Februari 2026 | 15:25 WIB
Mahfud MD Ungkap Informasi ke Presiden Sering Tak Lengkap, Ini Langkah Prabowo
Mahfud MD Bongkar Fakta: Informasi ke Presiden Sering Tak Lengkap | Paradapos

Mahfud MD Bongkar Alur Informasi ke Presiden: "Sering Tidak Utuh, Saringannya Banyak"

Mahfud MD mengungkap soal alur informasi ke Presiden dalam podcast Terus Terang.

PARADAPOS.COM - Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait proses penyampaian informasi kepada Presiden Republik Indonesia. Dalam podcast "Terus Terang" di kanal YouTube resminya, Mahfud menyebut bahwa informasi yang sampai ke Presiden seringkali tidak utuh karena melewati banyak "saringan".

Kesenjangan antara Laporan dan Fakta Lapangan

Mahfud MD menjelaskan bahwa perbedaan antara laporan resmi yang diterima Presiden dengan kondisi sebenarnya di lapangan sering kali sangat jauh. "Informasi yang sampai ke Presiden itu sering tidak utuh, saringannya banyak sekali," tegas Mahfud. Pernyataan ini memantik diskusi serius tentang efektivitas dan keakuratan alur informasi dalam birokrasi pemerintahan.

Ia lebih lanjut menegaskan, "Sering terjadi beda antara yang dilaporkan dengan data lapangan." Kondisi inilah yang diduga menjadi salah satu penyebab ketidaksinkronan dalam pengambilan kebijakan.

Langkah Presiden Prabowo: Undang Tokoh Kritis ke Istana

Mahfud MD mengaitkan fenomena ini dengan langkah terbaru Presiden Prabowo Subianto yang mulai mengundang sejumlah tokoh kritis ke Istana. Menurutnya, ini adalah bentuk kesadaran dari Presiden bahwa data yang masuk melalui jalur birokrasi formal tidak selalu mencerminkan realitas yang sebenarnya.

"Kita gembira bahwa akhirnya Pak Prabowo melakukan itu," ujar Mahfud. Ia menilai langkah Presiden untuk mendengar langsung dari pihak di luar lingkaran kekuasaan merupakan perkembangan positif dan kabar baik bagi publik.

Pentingnya Dialog Langsung dan Transparansi

Mahfud menekankan bahwa yang terpenting adalah kemauan pemimpin untuk membuka ruang dialog yang jujur dan tanpa filter. "Presiden mau mendengar dari masyarakat yang orisinal," katanya.

Perubahan pola komunikasi ini, menurut Mahfud, sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap keputusan dan kebijakan negara selaras dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat. Dengan mendengarkan langsung kritik dan masukan, Presiden diharapkan dapat memiliki pemahaman yang lebih komprehensif dan utuh.

Pernyataan Mahfud MD ini menyoroti tiga poin utama: ketidakutuhan informasi, kesenjangan antara laporan dan fakta, serta upaya Presiden membuka ruang dialog baru. Kombinasi ini menjadi sinyal kuat akan adanya transformasi dalam budaya komunikasi pemerintahan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar