PARADAPOS.COM - Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai hari ini, Sabtu, 18 April 2026. Kebijakan ini langsung memantik respons dari anggota parlemen yang meminta transparansi dan langkah antisipatif untuk mencegah dampak berantai pada harga kebutuhan pokok masyarakat.
Anggota DPR Soroti Urgensi dan Komunikasi Kebijakan
Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menyoroti langkah tersebut. Meski menilai kenaikan harga BBM dalam situasi global saat ini bisa menjadi langkah yang sulit dihindari, ia menggarisbawahi pentingnya momentum dan komunikasi yang baik dari pemerintah kepada publik.
"Dalam situasi global dan tekanan terhadap sektor energi, kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM bisa menjadi opsi yang pada akhirnya harus diambil pemerintah. Namun, momentum dan komunikasi kebijakan ini perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kegelisahan publik," tuturnya.
Desakan untuk Transparansi Kondisi Riil BBM Nasional
Lebih jauh, legislator dari PKB ini mendesak pemerintah untuk terbuka menyampaikan kondisi riil sektor BBM nasional. Ia meyakini bahwa penjelasan komprehensif mengenai ketersediaan, beban subsidi, dan tantangan distribusi akan membantu masyarakat memahami alasan di balik keputusan penyesuaian harga.
"Kami meminta pemerintah menjelaskan secara komprehensif bagaimana kondisi sebenarnya sektor BBM kita saat ini. Ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga memahami urgensinya," tegasnya.
Peringatan agar Dampak Tidak Merembet ke Harga Pokok
Rivqy juga mengingatkan agar kenaikan ini tidak memicu inflasi pada harga-harga kebutuhan dasar. Ia menekankan bahwa penyesuaian hanya berlaku untuk BBM dengan Research Octane Number (RON) tinggi, sehingga seharusnya tidak langsung berdampak pada harga pangan dan barang penting lainnya.
"Pemerintah perlu memastikan bahwa kenaikan ini tidak merembet ke harga-harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga pangan dan barang penting lainnya harus tetap dijaga, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus," ujarnya menegaskan.
Di akhir pernyataannya, ia berharap pemerintah konsisten mengedepankan komunikasi publik yang transparan dan kebijakan yang melindungi masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang bergejolak.
Rincian Kenaikan Harga BBM per 18 April 2026
Berdasarkan informasi yang beredar, kenaikan cukup signifikan terjadi pada beberapa varian BBM nonsubsidi. Harga Pertamax Turbo (RON 98) naik tajam dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Sementara itu, Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina DEX melesat dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Di sisi lain, harga beberapa jenis BBM lainnya masih bertahan. Pertamax (RON 92) tetap dijual Rp12.300 per liter. Harga Pertalite dan Pertamina Biosolar juga belum berubah, masing-masing tetap di level Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.
Artikel Terkait
KPK Soroti Dapur Tak Layak dan Pengawasan Lemah dalam Program Makan Bergizi Gratis
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Disidang, Motif Dendam Pribadi dari Personel BAIS Dipertanyakan Publik
Habib Rizieq Tegaskan FPI Tak Berubah Prinsip, Hanya Perbaiki Strategi Gerakan
Golkar Belum Terima Info Resmi, Hormati Hak Prerogatif Presiden Soal Reshuffle