Gatot Nurmantyo Sebut Prabowo Ditekan Pilih Gibran Usai Putusan MK

- Selasa, 02 Juni 2026 | 01:50 WIB
Gatot Nurmantyo Sebut Prabowo Ditekan Pilih Gibran Usai Putusan MK
PARADAPOS.COM - Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, mengungkapkan adanya tekanan tersirat yang diterima Presiden Prabowo Subianto untuk memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024. Pernyataan ini disampaikan Gatot dalam sebuah diskusi yang dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Sabtu (30/5). Ia mengaitkan tekanan tersebut dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah syarat usia calon wakil presiden, sehingga membuka jalan bagi Gibran, yang saat itu masih berusia di bawah 40 tahun, untuk maju dalam kontestasi politik.

Putusan MK yang Mengubah Peta Politik

Gatot menyoroti momen krusial pada 16 Oktober 2023, ketika MK mengeluarkan Putusan Nomor 90 yang mengubah Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Aturan awal menetapkan batas minimal usia calon wakil presiden adalah 40 tahun. Namun, putusan tersebut memberikan alternatif: calon boleh berusia di bawah 40 tahun asalkan memiliki pengalaman memimpin sebagai kepala daerah. “Saya ingatkan bahwa pada hari Senin, 16 Oktober 2023, Mahkamah Konstitusi memutuskan dengan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 bahwa Gibran bisa maju sebagai wakil presiden. Dirubah, bukan setelah 40 tahun, tapi dirubah pernah punya pengalaman memimpin, dipimpin oleh rakyat, yaitu pamannya mengakali seperti itu kan,” ujar Gatot.

Ancaman Tersirat di Balik Putusan

Menurut Gatot, tekanan terhadap Prabowo mulai terasa ketika ia tidak segera bereaksi setelah putusan MK dibacakan. Ia menyebut bahwa paman Gibran, Anwar Usman, yang saat itu menjabat sebagai Ketua MK, menjadi dalang di balik skenario ini. Saat Prabowo tidak kunjung merespons, Anwar disebut melontarkan ancaman halus. “Tetapi permasalahannya, ketika hari Jumat atau hari Sabtu setelah ditunggu-tunggu oleh sang paman enggak bereaksi ini namanya Prabowo Subianto. Maka sang paman mengancam, 'Alhamdulillah batas usia minimal sudah bisa saya selesaikan. Tinggal satu aja, batas usia maksimal. Bisa terjadi calon presiden yang umurnya tua tidak masuk menjadi presiden'. Artinya apa? Sang paman mengancam, 'Hei Prabowo, hari Senin bisa saya putuskan kamu enggak jadi presiden loh, enggak bisa daftar',” jelas Gatot. Ancaman tersebut, lanjut Gatot, membuat Prabowo bergerak cepat. Pada Minggu, 22 Oktober 2023 pukul 19.00, Prabowo mendeklarasikan Gibran sebagai cawapres pendampingnya di sebuah acara di Senayan. Meski Gibran tidak hadir saat deklarasi, langkah itu dinilai sebagai respons langsung terhadap tekanan yang diterima.

Deklarasi di Senayan dan Narasi di Balik Layar

Gatot menuturkan bahwa momen deklarasi itu sarat dengan dinamika yang tidak terlihat di permukaan. Ia menggambarkan bagaimana komunikasi antara Prabowo dan Anwar Usman berlangsung intensif. “Dan hari Minggunya deklarasi di Senayan dibuktikan lagi, 'Pak Prabowo, Pak Prabowo tenang, saya sudah di sini. Tenang, jangan khawatir, saya sudah di sini.' Bolak-balik itu, iya kan? Iya, itu. Jadi sejak awal memang ditodong, diintimidasi untuk milih Gibran,” tandasnya. Pernyataan ini menambah daftar panjang spekulasi di balik layar politik Pilpres 2024. Gatot, yang dikenal sebagai tokoh militer dengan pengalaman panjang di bidang pertahanan, menyampaikan pandangannya dengan nada tegas. Ia menekankan bahwa proses demokrasi seharusnya berjalan tanpa tekanan dari pihak mana pun, terutama dari lembaga peradilan yang seharusnya netral.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar