PARADAPOS.COM - Safari politik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada akhir Juni 2026 menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang menuding langkah blusukan tersebut sebagai persiapan menuju Pemilu 2029, khususnya untuk mengamankan kursi bagi kedua anaknya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. Tuduhan “nafsu serakah kesumat” pun menghiasi kolom komentar di media sosial, saat Jokowi mulai merapat ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menargetkan kunjungan ke 38 provinsi.
Gelombang Kritik di Media Sosial
Reaksi negatif ini mengemuka di akun Instagram RMOL pada Senin, 29 Juni 2026. Warganet dengan gamblang menyuarakan kekecewaan mereka terhadap langkah politik orang nomor satu di era sebelumnya itu. Komentar-komentar bernada sinis dan pesimistis mendominasi unggahan tersebut.
“Nafsu Serakah Kesumat,” tulis akun afitfebri, mengecam apa yang dilihatnya sebagai ambisi politik yang tak terkendali.
“Sebetulnya dia capek, tapi demi anak, ya mw gmn lagi,” ujar mahajun.syafri, mencoba membaca motif di balik kesibukan politik sang mantan presiden.
“Masyarakat jangan mau dibodohi ber-ulang, cukup 19 th yg lalu,” sambung kurniajkt9, mengingatkan publik agar tidak terjebak pada narasi serupa.
Tak ketinggalan, akun dianto39 melontarkan kritik pedas, “Gajah itu adalah gak ada ijazah ya sodara sekalian,” sebuah sindiran yang merujuk pada isu latar belakang pendidikan.
Keyakinan Jokowi di Tengah Badai Kritik
Di tengah riuhnya kecaman, Jokowi justru menunjukkan optimisme tinggi. Saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah DPD PSI Tulang Bawang, Lampung, pada Jumat, 26 Juni 2026, ia menyatakan keyakinannya bahwa PSI akan lolos ke parlemen pada Pemilu 2029. Suasana di lokasi tampak hangat, berbeda jauh dengan riuhnya dunia maya.
“Saya yakin apabila ini kita lakukan bersama-sama, saya berani memastikan PSI pasti masuk parlemen,” kata Jokowi di hadapan para kader partai.
Menurutnya, peluang itu sangat terbuka lebar jika seluruh struktur partai bekerja secara solid. Mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga tingkat ranting, semuanya harus bergerak seirama. Ia menekankan bahwa kerja sama dan konsolidasi kader menjadi kunci utama untuk menembus ambang batas parlemen.
Jejak Langkah ke 38 Provinsi
Safari politik ini bukanlah sekadar kunjungan seremonial. Diketahui, Jokowi memulai rangkaian perjalanannya bersama PSI ke Provinsi Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir Juni 2026. Kunjungan ke dua provinsi tersebut hanyalah permulaan.
Rencananya, mantan Walikota Solo itu akan menyambangi total 38 provinsi di seluruh Indonesia. Targetnya jelas: memperkuat konsolidasi partai berlambang bunga mawar itu dari Sabang sampai Merauke. Langkah ini dinilai sebagai peta jalan politik yang ambisius, terutama untuk memastikan keberlanjutan pengaruh politik keluarganya di panggung nasional.
Artikel Terkait
Pengamat Nilai Peran Jokowi sebagai Dewan Pembina PSI Tak Berdampak Signifikan
Jokowi Mulai Safari Politik dari Lampung, Dinilai Sarat Filosofi dan Strategi Penyatuan Kekuatan Adat
Ritual Adat Jokowi di Lampung: Simbol Kepala Kerbau Ditafsir sebagai Sinyal PSI Siap Tantang PDIP
Presiden Jokowi Batal Hadiri Kirab Budaya di Lampung Timur Imbas Penolakan Atribut Partai, Alihkan Kunjungan ke Pasar dan Pesantren