Apalagi, saat awal menjabat, pihaknya disibukkan dengan pendami Covid-19 yang berakibat pada stagnan pembangunan.
’’Jadi tanpa ada gangguan seperti itu, 5 tahun bagi kepala daerah itu kurang. Kurangnya bukan karena kekuasaan, tetapi program ini tidak akan bisa berkelanjutan. Akan mulai dari nol lagi, dan itu tidak akan efisien. Dan yang dirugikan adalah masyarakat,’’ paparnya.
Menghadapi pilkada 2024, pihaknya jalani mengalir saja. Namun bukan berarti tidak melakukan apa-apa.
’’Jika saya tidak memastikan apa yang sudah kita tata dan kita jalankan ini berjalan dengan baik, berarti saya bukan orang baik. Saya tidak peduli,’’ tandas Ikfina.
Gus Barra juga menyatakan akan maju sebagai calon Bupati Mojokerto pada periode berikutnya dengan semangat perubahan.
Setidaknya sudah ada dua tiket parpol yang memberikan rekomendasi dukungan. Masing-masing Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.
’’Semangatnya, jelasnya perubahan ke arah yang lebih baik, kalau ada yang baik kita lanjutkan, jika tidak kita ubah,’’ ungkap Gus Barra sekaligus memastikan niatnya running.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarmojokerto.jawapos.com
Artikel Terkait
Kontroversi Kelulusan Jokowi di UGM: Analisis 2 Pernyataan Berbeda Rektor Ova Emilia
Reshuffle Kabinet: Prabowo Ingin Lepas dari Geng Solo dengan Ganti Pratikno?
Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Analisis Isu Penggantian Menlu Sugiono & Menko PMK Pratikno
Reshuffle Kabinet Jilid 5 Prabowo: Calon Wamenkeu Juda Agung hingga Rotasi Menlu