Fakta Lengkap Kasus Es Gabus Viral: Tuduhan Spons Hingga Permintaan Maaf Aparat
Nasib Sudrajat, seorang penjual es gabus keliling berusia 50 tahun, mendadak viral dan menyita perhatian publik. Sebuah video yang menunjukkan dirinya dituduh menggunakan bahan berbahaya berupa spons menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang simpati.
Kronologi Penangkapan dan Kekerasan terhadap Penjual Es Gabus
Dalam video yang beredar, terlihat Sudrajat yang sedang berjualan di daerah Kemayoran pada Sabtu, 24 Januari 2026, dihampiri oleh sekitar lima orang. Mereka mempertanyakan bahan dagangannya, dan di antara mereka tampak aparat berseragam polisi dan tentara. Aparat tersebut kemudian meremas dan merusak sekitar 150 es gabus milik Sudrajat. Lebih parah lagi, Sudrajat yang telah puluhan tahun berjualan itu mengalami kekerasan fisik berupa pukulan dan tendangan.
Identitas Oknum Aparat dan Sorotan pada Pelapor "Luna"
Aksi dua oknum aparat dalam video itu, yaitu Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Hari Purnomo, langsung memicu kemarahan warganet. Selain itu, sorotan juga mengarah kepada seorang perempuan muda dalam video yang diduga kuat menjadi pelapor. Perempuan yang bernama Luna itu terdengar menuding es gabus tersebut terbuat dari spons bedak. Pernyataannya inilah yang disebut-sebut menjadi dasar laporan ke call center polisi 110 oleh seorang warga bernama M Arief Fadillah.
Akibat aksinya, identitas Luna diburu oleh warganet. Tekanan publik begitu besar hingga akun media sosialnya dilaporkan telah dinonaktifkan. Banyak komentar warganet yang menuntut pertanggungjawaban dan permintaan maaf darinya, bahkan ada yang mengusulkan tuntutan ganti rugi.
Artikel Terkait
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap
Indonesia dalam Dewan Perdamaian AS-Israel: Langgar Prinsip Bebas Aktif?
Satpam SMP di Luwu Utara Dihajar Murid: Kronologi Lengkap & Fakta Polisi
Oknum Aparat Minta Maaf ke Penjual Es Kue Bogor: Kronologi Lengkap & Bantuan Hotman Paris