PARADAPOS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, secara terbuka mengkritik pernyataan mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Kritik ini dipicu oleh pernyataan Mahfud yang menyebut bahwa saat ini tidak ada lagi organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang menjalankan fungsi amar ma'ruf nahi mungkar. Habib Rizieq menilai pernyataan tersebut kontradiktif dengan catatan kebijakan Mahfud di masa lalu, khususnya pembubaran FPI pada akhir tahun 2020.
Dalam sebuah ceramah yang videonya beredar luas di media sosial, Habib Rizieq dengan nada tinggi mengingatkan bahwa FPI selama ini justru dikenal sebagai ormas yang aktif dalam kegiatan amar ma'ruf nahi mungkar. Ia menyayangkan sikap Mahfud yang dinilainya baru bersuara setelah tidak lagi menjabat.
"Ada satu mantan Menko Polkam, sekarang teriak. Apa dia bilang? Sekarang ini di Indonesia enggak ada organisasi yang amar ma'ruf nahi mungkar," ujar Habib Rizieq, dikutip Senin (27/7/2026).
Menurut Habib Rizieq, keluhan Mahfud tentang absennya ormas yang aktif melakukan nahi mungkar seharusnya tidak perlu terjadi. Sebab, ia mengingatkan bahwa FPI-lah yang dibubarkan pada masa kepemimpinan Mahfud di Kemenko Polhukam.
"Nah kan lu yang bubarin, yang bubarin organisasi amar ma'ruf nahi mungkar, yaitu FPI, Front Pembela Islam," tegasnya dalam ceramah tersebut.
Kritik Terhadap "Pahlawan Kesiangan"
Tak hanya menyoroti kontradiksi kebijakan, Habib Rizieq juga menuding Mahfud tengah berusaha tampil sebagai "pahlawan kesiangan". Ia menilai isu yang diangkat Mahfud terkesan dipaksakan setelah yang bersangkutan tidak lagi berada di lingkaran kekuasaan.
"Kenapa sekarang dia datang mau jadi pahlawan kesiangan? Jangan, jangan ngikutin," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Habib Rizieq juga menyoroti perubahan sikap sejumlah pejabat yang menurutnya baru vokal setelah kehilangan jabatan. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh pernyataan-pernyataan semacam itu.
"Ini pejabat-pejabat begini jangan diikutin, saudara. Jangan, dia karena enggak dapat kursi saja dia lagi marah-marah," ujarnya.
Pernyataan Awal Mahfud MD
Sebelumnya, dalam sebuah forum diskusi, Mahfud MD menyampaikan pandangannya mengenai peran ormas Islam di Indonesia. Ia menilai fungsi nahi mungkar, yaitu mencegah kemungkaran, kini semakin jarang dijalankan oleh organisasi-organisasi besar.
"Perjuangan itu kan ada dua, amar ma'ruf memberi nasihat dan nahi mungkar, mencegah kemungkaran. Nahi mungkarnya tidak ada, semuanya memuji-muji," kata Mahfud.
Mahfud bahkan menyebut organisasi-organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak lagi menjalankan fungsi kritik secara terbuka terhadap pemerintah. Menurutnya, peran nahi mungkar justru kini lebih banyak dilakukan melalui podcast dan ruang-ruang diskusi publik yang independen.
Pernyataan tersebut kemudian memicu respons balik dari Habib Rizieq. Ia kembali menegaskan bahwa FPI selama ini hadir untuk menjalankan fungsi amar ma'ruf nahi mungkar, sebelum akhirnya dibubarkan pemerintah pada akhir 2020. Perdebatan ini kembali menghangatkan diskusi publik tentang peran ormas Islam dalam mengawal kebijakan pemerintah di Indonesia.
Artikel Terkait
Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Anjlok 30 Poin dalam Sembilan Bulan
Denny Indrayana dalam Surat Terbuka ke Prabowo: Setuju Gibran Dipecat, Posisi Duduk di Sidang Kabinet Dinilai Langgar Protokoler
DPP AKJII Desak Presiden Copot Kapolri dan Jaksa Agung Imbas Kasus Mantan Jampidsus
Menteri Keuangan dan Dirut Agrinas Saling Lempar Bola soal Pengadaan 1,8 Juta Kipas Angin Rp1,8 Triliun