SINAR HARAPAN - Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengaku bangga dengan program misi pendidikan yang diterapkan Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Provinsi Sulawesi Utara.
"Saya bangga karena GMIM memiliki atau punya misi pendidikan. Ini yang penting. Saya telah mencoba merancang dengan ahli pendidikan apakah anak-anak muda yang banyak saat ini akan menjadi bonus, anak pintar, kinerja bagus dan lapangan kerja terbuka”, kata Ganjar saat bertatap muka dengan para pendeta GMIM, guru agama, tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan di Aula Kantor Sinode GMIM, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Kamis, 1 Februari 2024.
Kunjungan Ganjar ke GMIM turut didampingi Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw yang juga Wakil Ketua BPMS GMIM, Ketua Sinode GMIM Pendeta Hein Arina dan Ketua DPC PDIP Tomohon Caroll Senduk juga sebagai Wali Kota Tomohon.
Menurutnya, dunia pendidikan sangat penting bagi anak-anak, makanya pihaknya telah menyusun program bahwa putus sekolah harus dikurangi, dan akses pendidikan bisa diterima semua orang.
"Apalagi perempuan muda harus bersekolah, apabila disabilitas yang akan mendapatkan kesempatan yang sama dalam pekerjaan. Ini harus mendapat pendidikan," tambahnya.
“Saya pernah tiga tahun belajar di sekolah Kristen, tapi tidak bisa berdoa. Kami diajarkan toleransi, guru sangat baik. Ini mengajarkan kita ber-Indonesia yang dasarnya kemanusiaan. Bukan lagi suku, ras, agama, golongan dan partai politik, karena kita adalah manusia,” ujar Ganjar.
Artikel Terkait
Pertemuan Prabowo dengan Abraham Samad & Tokoh Nasional: Istana Bukan Oposisi, Tapi Diskusi Bangsa
Said Didu Ungkap Prabowo Sepakat Rebut Kedaulatan dari Oligarki, Target Geng Solo
Strategi Politik Jokowi: Dukungan ke PSI Kaesang & Proyeksi Gibran di Pilpres 2029-2034
Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim atau Kondisi Kesehatan?